Sepekan Lalu Sutopo Merasa Sehat, Ingin Pulang ke Boyolali

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dirawat di rumah sakit, Senin (15/10 - 2018). (Twitter/@Sutopo_PN)
07 Juli 2019 16:40 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Keluarga mendiang Sutopo Purwo Nugroho mengaku sudah mendapatkan firasat kepergian Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut sejak sepekan lalu. Saat itu, Sutopo mengaku ingin pulang.

"Firasatnya sejak satu minggu lalu Pak Sutopo minta pulang terus. Dia merasa sudah sehat, tetapi ternyata kondisinya drop," kata adik ipar Sutopo, Ahmad Jatmiko di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (7/7/2019).

Sutopo, tokoh yang berasal dari Boyolali ini, berobat ke Guangzhou, Tiongkok, sejak pertengahan bulan lalu untuk pengobatan kanker paru yang dia derita. Dari awal proses pengobatan, ayah dua ini ditemani oleh sang istri, Retno Utami Yulianingsih.

Ahmad mengatakan kakak iparnya tersebut didiagnosasi sakit kanker paru sejak sekitar 1,5 tahun lalu. "Padahal kakak kami ini juga tidak merokok, kok bisa kena kanker paru. Untuk pengobatannya di Indonesia dan negara lain sudah angkat tangan. Kemudian ada masukan dari pihak tertentu agar dibawa ke China," katanya.

Dia mengatakan Sutopo kali terakhir pulang ke Boyolali pada tiga bulan lalu bersamaan dengan perjalanan dinas ke Solo. "Karena sedang ada tugas ke Solo jadi mampir pulang sekalian. Saat pulang beliau tidak mengeluh tentang penyakitnya, memang beliau tidak pernah mengeluh," katanya.

Menurutnya, Sutopo lebih senang menggunakan waktu untuk bekerja agar menghilangkan rasa sakit yang dideritanya. "Katanya lebih senang dipakai untuk bekerja karena kalau di rumah malah terasa sakitnya," katanya.

Sebelumnya, setelah melewati berbagai proses pengobatan, Sutopo dinyatakan meninggal dunia pada pukul 02.00 waktu Guangzhou, China. Sutopo sendiri dikenal sebagai salah satu pejuang kemanusiaan di Indonesia.

Sumber : Antara