Tak Mau Seperti Afganistan, Jokowi Minta Guru Ajarkan Toleransi

Presiden Joko Widodo (tengah) berjabat tangan dengan guru penerima penghargaan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia, di Stadion Pakansari, Jawa Barat, Sabtu (1/12 - 2018). Presiden menekankan bahwa tahun 2019, Pemerintah akan menggeser program strategi pembangunan dari program pembangunan infrastruktur menjadi program pembangunan memperkuat sumber daya manusia untuk menghadapi peluang dunia dan perkembangan teknologi. (Antara/Puspa Perwitasari)
05 Juli 2019 22:35 WIB Amanda Kusumawardhani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk selalu mengajarkan toleransi sejak dini. Hal itu diungkapkan Jokowi saat membuka Kongres XXII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

"Tolong ini sering diingatkan kepada siswa, pada para murid sehingga muncul toleransi yang dimulai dari bawah, antar anak beda agama, antar anak yang beda suku," kata Presiden.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara besar yang sangat majemuk sehingga pembelajaran mengenai toleransi sangat penting. Dalam hal ini, guru, diakuinya memiliki peran sentral dalam menanamkan sifat toleransi kepada anak didiknya.

Jokowi menambahkan, PGRI sebagai wadah organisasi profesional harus berperan aktif untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui penanaman toleransi kepada anak didik sejak dini.

"Ini [PGRI] berperan sentral dalam membentuk karakter bangsa merajut persatuan negara kita Indonesia," tukasnya.

Dia mencontohkan Afganistan yang hanya memiliki sekitar 9 suku bisa luluh lantak akibat perang yang melibatkan 2 sukunya. Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan bahwa persatuan adalah modal untuk memajukan Indonesia.

Sumber : Bisnis/JIBI