Polisi Tangkap Pembakar Asrama Brimob Petamburan 22 Mei

Sejumlah mobil terbakar akibat demo rusuh di Komplek Asrama Brimob, Petamburan, Jakarta, Rabu (22/5 - 2019). (Antara/Sigid Kurniawan)
05 Juli 2019 20:45 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Mabes Polri menyatakan polisi telah menangkap tersangka pembakaran dan penyerangan Asrama Brimob di Petamburan, Jakarta Barat, saat kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 lalu. Hal itu diungkapkan oleh Mabes Polri dalam laporan perkembangan hasil penyelidikan terhadap kerusuhan yang mewarnai aksi 22 Mei itu.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Aryo Seto mengatakan pihaknya sudah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Mereka diduga menyerang pos polisi, mobil dan bangunan di Petamburan. Delapan di antara mereka sudah ditangkap, 1 masih buron.

"Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap dan menangkap 9 orang pelaku penyerangan kerusuhan dan juga pembakaran terhadap sarana dinas polri, baik mobil atau bangunan atau pospol," ujar Suyudi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).

Suyudi mengatakan sembilan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah kepolisian melakukan analisa pengenalan wajah. Data foto wajah diambil video dan foto di media sosial atau media massa serta CCTV dari 44 lokasi.

"Kami berhasil mengidentifikasi dari 704 visual dari 60 CCTV dan 470 video amatir, dan 93 foto amatir, kemudian dari Medsos dan media, di 44 lokasi," jelas Suyudi.

Selain itu, Suyudi juga mengungkapkan delapan kelompok organisai kemasyarakatan yang diduga memberikan perintah serta menjadi perusuh saat kericuhan aksi 22 Mei 2019. Di antara mereka terdapat oknum anggota organisasi kemasyarakatan Islam serta relawan salah satu calon presiden.

"Ada oknum, saya katakan oknum, kelompok Islam dari beberapa daerah," tutur Suyudi.

Daerah asal oknum anggota ormas Islam itu adalah Banten (Serang dan Tangerang), Jawa Barat (Cianjur, Pandeglang, Majalengka, dan Tasikmalaya), Jawa Tengah (Banyumas), Jakarta, Lampung, dan Aceh. Sementara nama ormas Islam yang terlibat, dikatakan Suyudi, di antaranya berinisial GRS, FK, dan GR.

Seto mengatakan, relawan pendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden pun terlibat dalam kerusuhan itu.

Sumber : Suara.com, Antara