Sejarah Hari Ini: 4 Juli 1776, Amerika Serikat Merdeka

Lukisan Johannes Adam Simon Oertel, 1859, menggambarkan warga menghancurkan patung Raja Inggris George III setelah Deklarasi Kemerdekaan AS dibacakan di Kota New York, 9 Juli 1776. (Wikimedia.org)
04 Juli 2019 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Koloni Inggris di Tanah Amerika yang disebut 13 Koloni mendeklarasikan kemerdekaannya dari Inggris, 4 Juli 1776. Deklarasi kemerdekaan yang sebagian besar ditulis oleh Thomas Jefferson menjelaskan pembenaran bahwa 13 Koloni di Amerika menyatakan melepaskan diri dari Inggris dan bersatu untuk membentuk negara Amerika Serikat.

Kemerdekaan AS merupakan salah satu peristiwa bersejarah pada 4 Juli dan layak dikenang dunia. Berikut ini, Solopos.com merangkum sejumlah peristiwa bersejarah yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org dalam Sejarah Hari Ini, 4 Juli:

Patung Salahuddin Ayyubi di Damaskus, Suriah. (Wikimedia.org)
1187
Pasukan yang dipimpin Salahuddin Ayyubi mengalahkan pasukan pimpinan Guy de Lusignan dalam Pertempuran Hittin di Tanduk Hittin atau kini Israel. Dalam salah satu pertempuran semasa Perang Salib itu, Salahuddin Ayyubi mengerahkan 30.000 tentara sedangkan Guy de Lusignan hanya membawa 20.000 tentara.

1456
Pasukan Kekaisaran Ottoman pimpinan Mehmed II mulai mengepung Kota Nandorfehervar—kini Beograd—di Kerajaan Hungaria. Peristiwa yang kini dikenang dengan nama Pengepungan Beograd itu berlangsung selama 18 hari demi menaklukkan Kerajaan Hungaria. Upaya tersebut sia-sia karena pasukan Kerajaan Hungaria yang berjumlah 57.000 orang berhasil mengsuir pasukan Kekaisaran Ottoman yang berjumlah 100.000 orang.

1776
Koloni Inggris di Tanah Amerika yang disebut 13 Koloni mendeklarasikan kemerdekaannya dari Inggris, 4 Juli 1776. Deklarasi kemerdekaan yang sebagian besar ditulis oleh Thomas Jefferson menjelaskan pembenaran bahwa 13 Koloni di Amerika menyatakan melepaskan diri dari Inggris dan bersatu untuk membentuk negara Amerika Serikat. Deklarasi ini dianggap sebagai salah satu dokumen pendirian AS dan 4 Juli menjadi Hari Kemerdekaan AS.

1826
Tepat pada 50 tahun kemerdekaan Amerika Serikat (AS), Presiden ke-3 AS sekaligus orang yang menulis sebagian besar Deklarasi Kemerdekaan AS, Thomas Jefferson, meninggal dunia di Charlottesville, Virginia. Jefferson meninggal dunia karena kondisi kesehatannya yang terus menurun. Jefferson adalah presiden AS yang memimpin dari 1801 hingga 1809.

1911
Gelombang cuaca panas melanda New York, Philadelphia, dan beberapa kawasan lain di Amerika Serikat (AS). Suhu udara di AS mencapai 106 derajat Farenheit atau setara dengan 42 derajat Celcius. Sebanyak 380 orang dikabarkan tewas karena gelombang cuaca panas tersebut.

1918
Pertempuran Hamel meletus di Hamel, Somme, Prancis melibatkan pasukan Sekutu dan pasukan Jerman. Serangan mendadak yang dilakukan tentara Australia yang berada di pihak Sekutu itu berhasil membuat tentara Jerman mundur dalam salah satu pertempuran selama Perang Dunia I tersebut.

1943
Pertempuran Kursk yang melibatkan pasukan Jerman dan pasukan Uni Soviet meletus di Kursk, Rusia. Pertempuran tersebut berlangsung selama 19 hari dan berakhir dengan kemenangan Uni Soviet.

1941
Setelah berhasil menduduki Kota Lviv di Ukraina, tentara Jerman mulai membantai para penulis, ilmuwan, dan para cendekiawan lainnya yang tinggal di kawasan tersebut. Pembantaian itu dilakukan atas dasar untuk mencegah tumbuhnya gerakan anti-Nazi di Kota Lviv.

Kondisi pelabuhan di Kota Sevastopol, Rusia setelah dikepung pasukan Blok Poros selama 250 hari. (Wikimedia.org)
1942
Pengepungan Sevastopol di Kota Sevastopol, Rusia selama 250 hari berakhir. Pasukan blok Poros yang digawangi Jerman, Rumania, dan Italia akhirnya berhasil merebut Kota Sevastopol dari pihak Uni Soviet.

1946
Filipina meraih kemerdekaan penuh dari Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, AS memiliki kontrol di Filipina sejak 1898. Sebelum dikuasai AS, Filpina menjadi wilayah kekuasaan Spanyol sejak 1565 hingga 1898 dan sempat diduduki Inggris pada 1762.

Kolom 4 hours ago

Cukai Plastik