Polri Ungkap 2 Warga Magetan Diciduk Densus Diduga terkait JI

Kondisi rumah SA di RT 001/RW 001, Desa Candirejo, Kecamatan Magetan, yang digeledah Densus 88, Rabu (3/7 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
04 Juli 2019 16:05 WIB Newswire Nasional Share :

Madiunpos.com, JAKARTA -- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan dua warga Magetan, Jawa Timur, SA, 51, dan HA, 24, pada Rabu (3/7/2019). Mabes Polri menyampaikan dua orang yang ditangkap di Magetan, diduga terkait dengan jaringan kelompok Jamaah Islamiyah (JI).

Dua orang itu diduga ada kaitannya dengan pimpinan atau amir JI bernama Para Wijayanto, 54, yang telah lebih dulu ditangkap.

"Sedang didalami kaitannya dengan pengungkapan lima tersangka kelompok JI dengan amirnya yang ditangkap di Bogor kemarin. Ini masih ada kaitannya, masih kita dalami. Peran dia cukup penting di organisasi JI," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (4/7/2019).

Namun pihak Polri belum memerinci dua orang yang diamankan di Magetan oleh Densus 88/Antiteror pada Rabu (3/7). Densus 88, menurut Dedi Prasetyo, masih memeriksa terduga teroris.

"Yang jelas, dia ada keterkaitan dengan itu [donatur]. Nanti akan disampaikan peran dia, bagaimana dia mengembangkan basic ekonominya," ujar Dedi dilansir Detikcom.

Diberitakan, Densus 88 menciduk bapak dan anak, SA dan HA, di Candirejo, Kecamatan/Kabupaten Magetan.

Polri sebelumnya menerangkan kelompok terduga teroris JI pimpinan Para Wijayanto memiliki usaha yang dijadikan sumber pendanaan kegiatan mereka. Salah satu bisnis kelompok ini adalah di bidang perkebunan. Namun polisi masih mendalami jenis-jenis usaha lain yang mereka geluti.

"Masih didalami tahapan pembangunan kekuatannya, kemudian sedang dikembangkan. Tahapan pembangunan kekuatan ini harus didukung oleh kemampuan ekonomi. Mereka juga sedang mengembangkan basic ekonomi mereka, yaitu ada beberapa usaha yang mereka bangun, antara lain perkebunan untuk membiayai organisasi JI ini," ujar Dedi Prasetyo, Senin (1/7/2019).

Sumber : Detikcom