Presiden Turki Sebut Uang Tutupi Kematian Jamal Khashoggi

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Reuters)
03 Juli 2019 05:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, SOLO – Presiden Turki, Tecep Tayyip Erdogan, mengatakan ada beberapa orang yang membayar uang tutup mulut guna menutupi kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Seperti diketahui, sampai saat ini fakta tentang kasus pembunuhan Jamal Khashoggi masih samar.

Dikabarkan The Independent, Senin (1/7/2019), pernyataan Recep Tayyip Erdogan terkait kasus pembunuhan Jamal Khashoggi itu disampaikan seusai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang. Sayangnya, Recep Tayyip Erdogan tidak membicarakan lebih lanjut terkait hal tersebut.

Sementara itu, Presiden Donald Trump yang juga menghadiri KTT G20 menyebut dirinya sangat marah kepada Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, terkait kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Trump mengatakan telah bertanya kepada Pangeran Mohammed bin Salman soal kasus tersebut. Tapi, dia menolak menjelaskan lebih lanjut perbincangan tersebut.

Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi menjadi salah satu sorotan utama dari Donald Trump seusai perang dagang dengan China. Ketika ditanya soal hal itu, Donald Trump menyebut Arab Saudi sebagai sekutu yang baik bagi Amerika Serikat.

“Saya telah berbincang panjang lebar dengan Pangeran MBS dan Raja Salman. Saya tegaskan, Arab Saudi adalah sekutu yang baik,” terang Donald Trump.

Seperti diketahui, Jamal Khashoggi merupakan kolumnis Washington Post yang tinggal di Amerika Serikat. Jurnalis berkebangsaan Arab Saudi tersebut sering mengkritik Pangeran Mohammed bin Salman.

Jamal Khashoggi menghilang setelah memasuki Gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Kala itu, dia bertandang ke sana untuk mengurus dokumen pernikahan. Kematian Jamal Khashoggi secara misterius itu diduga didalangi oleh Pangeran Mohammed bin Salman.