Jokowi Diprediksi Reshuffle Jelang Pelantikan, Menteri Terjerat KPK Didepak?

Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo (kiri) dan KH Ma'ruf Amin menyampaikan sambutan usai menerima surat keputusan KPU tentang Penetapan Hasil Pemilu 2019 di gedung KPU, Jakarta, Minggu (30/6 - 2019). (Antara/Puspa Perwitasari)
03 Juli 2019 19:30 WIB Rayful Mudassir Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) diperkirakan bakal melakukan reshuffle kabinet menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019 - 2024. Pelantikan direncanakan berlangsung pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio memperkirakan langkah ini akan dilakukan Jokowi untuk memastikan kabinet baru nanti berjalan lebih baik dari kabinet sekarang.

"Harus dibersihkan dulu karena kalau memulai hal yang baru pesiden tidak bisa lagi melakukan pencitraan seperti 2014 lalu," kata Hendri kepada Bisnis/JIBI, Rabu (3/7/2019).

Pemilihan para pejabat baru sebelum pelantikan nanti, kata Hendri, akan memberikan harapan baru setelah Jokowi - Ma'ruf Amin resmi dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019 - 2024.

Terkait reshuffle, Hendri menyebutkan ada beberapa pembantu presiden yang perlu dipertimbangkan untuk diganti. Apalagi dalam periode terakhir ini, Jokowi diprediksi akan lebih mengutamakan  jejak peninggalan sejarah pemerintahan pada eranya.

Hal itu berbeda jika dibandingkan dengan periode awal di mana saat itu Jokowi mengutamakan pendirian banyak "monumen" agar masyarakat mudah mengingatnya kelak. Monumen yang dimaksud seperti pembangunan infrastruktur. Sementara pada periode kedua nanti, Jokowi diprediksi akan lebih mengincar peninggalan warisan sejarah atau legacy.

Hendri meyakini seluruh pilihan pejabat nantinya akan ditentukan oleh Jokowi sendiri. Presiden, lanjut Hendri, akan memilih mana saja pejabat yang dapat membantunya. Mereka lah yang akan dipilih untuk menempati sejumlah posisi baru sesuai penilaian subjektif Presiden.

Meski begitu, Hendri menyarankan Jokowi agar menghapus nama-nama menteri yang membuat citranya menurun. Beberapa di antaranya seperti sejumlah menteri yang berurusan dengan KPK. "Yang berurusan dengan KPK harus dibersihkan dulu supaya citranya bersih saat memulai pemerintahan baru," terang Hendri.

Di sisi lain Hendri memperkirakan pemerintahan nanti akan lebih gemuk dibandingkan periode saat ini. Meski tidak menyebutkan alasan yang jelas, Hendri meyakini Jokowi akan menilai calon pembantunya secara subjektif tanpa bisikan pihak mana pun.

Sumber : Bisnis/JIBI