Kasus Etik di KPK Berakhir, Irjen Pol Firli Jadi Kapolda Sumsel

Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) dan Deputi Penindakan KPK Irjen Pol Firli (Kanan). (Istiemewa)
25 Juni 2019 15:30 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian resmi melantik eks-Deputi Penindakan KPK Irjen Pol Firli menjadi Kapolda Sumatra Selatan. Pelantikan berlangsung di Rupatama Mabes Polri.

Tito optimistis Irjen Pol Firli tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi menjadi Kapolda Sumatra Selatan. Alasannya, Sumatra Selatan adalah tempat kelahiran Irjen Pol Firli, sama seperti kampung halaman Tito Karnavian dan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Muhammad Iqbal.

"Kepada Irjen Pol Firli, selamat datang kembali di kampung halaman ini," tutur Tito, Selasa (25/6/2019).

Tito juga mengapresiasi kinerja Irjen Pol. Firli yang dinilainya telah menjalankan tugas dengan baik selama ada di KPK sebagai Deputi Penindakan. Tito berharap Irjen Pol Firli dapat menciptakan situasi yang aman dan kondusif di kampung halamannya nanti, sama seperti pada saat Irjen Pol.

Firli pernah menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) sebelum menjadi Deputi Penindakan KPK. "Pilkada akan lebih banyak lagi, ini paling tidak Pak Firli bisa memberikan platform dan fondasi yang kuat di lingkungan Polda Sumsel," kata Tito.

Rotasi jabatan itu tertuang di dalam Surat Telegram Rahasia Kapolri dengan nomor ST/1590/VI/KEP/2019 ter tanggal 20 Juni 2019.

Tak hanya Firli, dalam surat itu disebutkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memutasikan sejumlah perwira tinggi dan menengah lainnya di antaranya Irjen Pol. Zulkarnain yang saat ini menjabat Kapolda Sumsel dimutasi menjadi Kakorpolairud Baharkam Polri. Sementara Kakorpolairud sebelumnya, Irjen Pol M. Chairul Noor Alamsyah dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Polair Baharkam Polri.

Kemudian Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Rudy Heriyanto dimutasi menjadi Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri. Kapolri memilih Brigjen Pol Tornagogo Sihombing sebagai Dirtipideksus baru.

Kemudian Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Roycke Harry Langie diangkat untuk menempati posisi yang ditinggalkan Tornagogo, yakni menjadi Karowassidik Bareskrim Polri.

Selanjutnya Kombes Pol. Suyudi Ario Seto ditunjuk mengisi jabaran Dirreskrimum Polda Metro Jaya. Totalnya ada 72 personel Polri yang mendapat mutasi jabatan.

Terkait mutasi Firli, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan persoalan etik yang menerpanya otomatis berakhir. Hal ini lantaran Irjen Firli telah ditarik kembali oleh institusi asalnya, Polri.

"Persoalannya, etik itu kan berlaku untuk pegawai kita. Jadi dengan sendirinya [dugaan kode etik Irjen Firli] berakhir dengan sendirinya selesai karena kalau bukan pegawai, ya, enggak bisa dong [di proses]," ujar Saut, Jumat (21/6/2019).

Meskipun demikian, tim Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) sebetulnya sudah mengantongi hasil pemeriksaan Irjen Firli. Hanya saja, Saut enggan mengungkap hasil pelanggaran yang dilakukan Irjen Firli.

Nama Firli sebelumnya mendapat sorotan lantaran diduga melanggar kode etik karena bertemu serta bermain tenis dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) pada Mei 2018. Padahal saat itu TGB tengah menjadi saksi dalam sebuah perkara yang ditangani KPK.

Sumber : Antara