Lilin untuk Ferry Anto Batal, Keluarga: Seharusnya Minta Persetujuan

Suasana rumah Ferry Anto pascaditemukannya jenazah Freya anak kedua Ferry, Sabtu (22/6 - 2019). Hingga kini Ferry belum diketemukan (Solopos FM/Heru Cahyono)
24 Juni 2019 23:20 WIB Iskandar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Batalnya rencana suporter Persis Solo menggelar acara Satu Doa untuk Legenda di Tugu Kebangkitan Nasional, Penumping, Laweyan, Solo, Senin (24/6/2019) malam WIB, disebabkan tak adanya restu dari keluarga Ferry Anto. Namun keluarga Ferry di Kartasura, Sukoharjo, tidak mempermasalahkan selama mendapatkan pemberitahuan.

Paman Ferry, Ipung Suparno, mengatakan pada dasarnya ayah Ferry, Bambang Supriatna, tidak keberatan dengan acara bertajuk Nyala Lilin untuk Feriyanto yang dijadwalkan digelar malam ini. Namun Ipung mengatakan hingga kemarin merasa belum diberitahu secara resmi.

“Seharusnya keluarga dimintai persetujuan,” ujar dia kepada wartawan, Senin malam.

Sebenarnya, ujar dia, ayah Ferry Anto tidak mempermasalahkan aksi yang dijadwalkan digelar di Tugu Kebangkitan itu. Sebab Bambang dikatakan telah mengetahui acara tersebut setelah membaca koran.

Menurut dia, jika keluarga mendapat undangan resmi, pihak keluarga akan datang. Paling tidak ada perwakilan ke acara tersebut. “Sebenarnya kalau acara itu untuk mendoakan [Ferry], bukan untuk kepentingan lainnya tidak masalah. Begitu pesan Pak Bambang,” papar Ipung.

Acara itu sendiri untuk mendoakan mantan striker Persis Solo, Ferry Anto, yang hilang setelah terseret ombak di Pantai Baru, Bantul, Kamis (20/6/2019) pagi WIB. Kendati batal, ada sejumlah suporter yang sudah terlanjur datang. Akhirnya, suporter tetap mengadakan doa bersama untuk Ferry walau tanpa nyala lilin.

"Banyak suporter sudah datang sehingga doa bersama tetap dilakukan walau tanpa lilin," ungkap Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, saat dihubungi Solopos.com, Senin. Mereka berharap, Ferry Anto segera dapat ditemukan. "Semoga Mas Ferry bisa ditemukan dalam keadaan apapun," imbuhnya.