Sejarah Hari Ini: 12 Juni 1830, Filipina Merdeka dari Spanyol

Salinan deklarasi kemerdekaan Fiilpina dari Spanyol. (Wikimedia.org)
12 Juni 2019 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Pada 12 Juni 1830, Filipina mendeklarasikan kemerdekaannya dari Spanyol yang sudah menjajah selama 265 tahun. Meski menyatakan merdeka, pada Desember di tahun yang sama, Filipina diduduki Amerika Serikat (AS).

Merdekanya Filipina dari Spanyol itu merupakan salah satu dari sekian peristiwa bersejarah dunia yang layak dikenang pada 12 Juni. Berikut sejumlah peristiwa bersejarah yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org, dalam Sejarah Hari Ini, 12 Juni:

910
Pertempuran antara pasukan Kerajaan Franka Timur dan pasukan Kerajaan Hungaria pecah di Augsburg, Bavaria, Jerman. Pasukan Kerajaan Hungaria berhasil menang dalam pertempuran tersebut setelah menerapkan strategi berpura-pura kalah. Kini, pertempuran itu dikenang dengan istilah Pertempuran Lechfeld.

1830
Prancis memulai penaklukan Aljazair demi merebutnya dari Kesultanan Ottoman. Sebanyak 34.000 tentara Prancis mendarat di kawasan dekat Kota Aljir yang kini menjadi ibu kota Aljazair. Pada akhirnya, Prancis berhasil menaklukkan Aljazair dan merebut kawasan lain di dekat Aljazair dari tangan Kesultanan Ottoman meski memakan waktu yang cukup lama.

1898
Filipina mendeklarasikan kemerdekaannya dari Spanyol yang sudah menjajah selama 265 tahun. Meski menyatakan merdeka, pada Desember di tahun yang sama, Filipina diduduki Amerika Serikat (AS). Filipina akhirnya memperoleh kemerdekaan penuh pada 1946.

George Herbert Walker Bush. (Biograpgy.com)
1924
George Herbert Walker Bush lahir di Milton, Massachusetts, Amerika Serikat (AS). Ia lantas dikenal sebagai presiden ke-41 AS untuk periode 1989 hingga 1993. Ia memiliki putra yang juga pernah menjabat sebagai presiden AS untuk periode 2001 hingga 2009, yakni George Walker Bush.

1943
Jerman membasmi orang-orang Yahudi di Ghetto di Brzezany, Polandia atau sekarang Berezhany, Ukraina. Sekitar 1.180 orang Yahudi dibawa ke kuburan Yahudi di kota tersebut, lantas ditembak mati.

1964
Aktivis anti-apartheid Afrika Selatan (Afsel) Nelson Mandela dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan pemberontakan. Meski demikian, Mandela berhasil bebas pada 1990. Empat tahun berselang, ia menjadi orang berkulit hitam pertama yang menjadi presiden Afsel.

1965
Perdana Menteri Vietnam Selatan Phan Huy Quat mengundurkan diri menyusul kerusuhan sipil yang makin tak terbendung. Di sisi lain, junta militer yang diberlakukan di Vietnam Selatan yang dipimpin Jenderal Angkatan Darat Nguyen Van Thieu juga menjadi salah satu alasan Phan Huy Quat mengundurkan diri.

Ronald Reagan. (Nationalreview.com)
1987
Presiden Amerika Serikat (AS) Ronald Raegan berpidato di dekat Tembok Berlin di Jerman untuk menantang Mikhail Gorbachev—orang yang kemudian memimpin Uni Soviet—untuk menghancurkan Tembok Berlin. Raegan ingin Gorbachev setuju untuk menyatukan Jerman yang telah terbagi menjadi dua bagian sejak 1949.

2005
Petinju legendaris asal Amerika Serikat (AS) Mike Tyson menyatakan mundur dari dunia tinju profesional. Ia melontarkan pernyataan itu setelah kalah dari petinju yang tak begitu terkenal asal Irlandia, Kevin Mc Bride.

2011
Guinness World Records menyatakan pria asal Filipina Junrey Balawing menjadi pria terpendek di dunia. Jurney Brawling memiliki tinggi 23,6 inci atau sekitar 59,9 cm tepat pada usia 18 tahun. Balawing mengalahkan pemegang rekor sebelumnya yang memiliki tinggi badan lebih tinggi 7 cm dibanding dirinya.

Kolom 7 hours ago

Delusi Tiongkok