BMKG Peringatkan Gelombang 6 Meter 4 Hari ke Depan

Dua perahu nelayan tetap nekat melaut di perairan Plawangan Puger, Jember, Kamis (19/7 - 2018). (Antara / Seno)
12 Juni 2019 20:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gelombang dengan tinggi sampai 6 meter berpotensi terjadi di sebagian wilayah perairan Indonesia hingga empat hari ke depan.

Menurut informasi dari Kepala Bagian Humas BMKG Taufan Maulana yang diterima di Jakarta, Rabu (12/6/2019), gelombang setinggi 4-6 meter antara lain diperkirakan terjadi di perairan barat Mentawai hingga Bengkulu, perairan barat Lampung, dan Samudera Hindia barat Mentawai hingga Lampung.

Selain itu, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Pulau Jawa hingga Lombok, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, dan Samudra Hindia selatan Jawa hingga Lombok, juga berpotensi menghadapi gelombang setinggi 4-6 meter.

Gelombang dengan kisaran tinggi 2,5-4 meter menurut perkiraan BMKG terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue hingga Pulau Siberut, Samudera Hindia barat Aceh hingga Nias, perairan selatan Sumbawa-Pulau Sumba-Pulau Sawu, Samudera Hindia selatan Sumbawa hingga Sumba, dan Laut Arafuru.

Sementara itu, perairan timur Pulau Simeulue, prairan timur Kepulauan Mentawai, Selat Sape bagian selatan-Selat Sumba, Laut Sawu-Selat Ombai, perairan selatan Flores, perairan Kupang-Rote, Laut Timor selatan NTT, Selat Karimata, Laut Jawa, dan perairan selatan Kalimantan, berpotensi menghadapi gelombang dengan tinggi 1,25 - 2,5 meter.

Demikian pula perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, perairan timur Kepulauan Selayar, Laut Flores, Teluk Bone bagian selatan, perairan Bau Bau-Wakatobi, perairan Manui-Kendari, perairan selatan Pulau Buru-Seram, perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Laut Banda, perairan Amamapare, serta perairan barat Yos Sudarso.

Menurut Taufan, gelombang tinggi datang karena pola angin di wilayah utara ekuator yang umumnya berembus dari timur-selatan dengan kecepatan 4-15 knot. Sedangkan di wilayah selatan ekuator yang umumnya berembus dari timur-tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Pulau Enggano hingga selatan Jawa, Pulau Sawu-Pulau Rote, Laut Timor, Laut Banda, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Laut Arafuru, dan perairan Yos Sudarso-Merauke.

Sumber : Antara

Kolom 21 hours ago

MGMP Reborn