Mantan Kapolda Metro Jaya Tersangka Makar karena Ucapan di Video

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) beberapa waktu lalu. (Antara/Reno Esnir)
10 Juni 2019 18:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kepolisian tak membeberkan secara terperinci alasan penetapan mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (purn) Pol Mochammad Sofyan Jacob sebagai tersangka. Namun penetapan status Sofyan Jacob sebagai tersangka kasus makar dilakukan setelah gelar perkara.

"Kemarin Rabu 29 Mei kami sudah gelar perkara. Dari hasil gelar perkara statusnya [Sofyan Jacob] kami naikkan menjadi tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Sebelum gelar perkara, pihaknya terlebih dahulu memeriksa sejumlah saksi, termasuk Sofyan. "Jadi gini, itu adalah laporan pelimpahan dari Bareskrim yang sudah kami lakukan penyidikan. Kemarin kami melakukan pemeriksaan saksi-saksi, kemudian yang bersangkutan juga sudah dilakukan pemeriksaan saksi," ujar Argo.

Dari hasil pemeriksaan saksi dan gelar perkara, kata Argo, Sofyan diduga kuat telah melakukan tindakan makar atas ucapannya dalam sebuah rekaman video. "Bukti makar, ada ucapan dalam bentuk video," ucap Argo.

Namun, Argo tak memerinci ucapan seperti apa yang dilontarkan Sofyan dalan video tersebut. "Saya enggak lihat videonya. Akan tetapi, penyidik lebih paham, lebih tahu, penyidik sudah mengumpulkan bukti. Namanya sudah menetapkan sebagai tersangka berarti sudah memenuhi unsur," tutur Argo

Dalam kasus ini, kata dia, Sofyan menjadi terlapor di Bareskrim Polri yang dilayangkan seseorang yang di dalamnya juga melaporkan Eggi Sudjana. "Ada satu laporan di Mabes Polri yang terlapornya banyak itu, ya, termasuk bapak itu [Sofyan Jacob]," ucap Argo.

Sofyan disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan/atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 Ayat (1) dan Ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) No 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti.

Sumber : Antara