Perusahaan Otobus Mesti Move On, Ini Pesan Menhub ke Operator

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kedua kiri) berbincang dengan pemudik yang mengikuti program mudik gratis angkutan Lebaran 2019 oleh Kementerian Perhubungan di kawasan silang Monas, Jakarta, Jumat (31/5 - 2019). (Antara/Nova Wahyudi)
06 Juni 2019 05:40 WIB Juli Etha Ramaida Manalu Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA —  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta penyedia jasa transportasi bus atau perusahaan otobus move on. PO harus berbenah agar penumpang merasa aman dan nyaman kala menumpang bus.

Menurutnya Menhub Budi karya Sumadi penumpang masa kini cenderung lebih fokus pada rasa nyaman dan aman dibandingkan dengan harga murah saat menggunakan bus sebagai sarana transportasi massal jarak jauh. "Bus itu harus move on. Mereka [penumpang] sanggup sebenarnya dengan harga lebih tinggi asal kualitasnya bagus,” ujarnya, Rabu (5/6/2019).

Salah satu hal yang perlu diperhatikan, menurutnya, adalah usia bus. Pasalnya, bus berumur tua cenderung bergerak lebih lambat dan memiliki lebih banyak potensi gangguan atau masalah. Selain usia bus, dia juga meminta operator terus memperhatikan 'kesehatan' bus agar selalu layak jalan dan nyaman.

Selain bus, terminal-terminal yang ada juga diminta berbenah. Setidaknya ada lounge atau ruang tunggu penumpang berukuran 300 meter persegi agar penumpang bisa menunggu dengan nyaman di terminal sebelum berangkat. Selain itu, toilet yang bersih dan liket yang bagus juga dinilai bisa menjadi daya tarik lain bagi para penumpang. Di samping itu, terminal juga diharapkan bisa bebas dari aksi premanisme.

Menurut Budi, bus juga kapal laut menjadi sarana transportasi yang paling diminati baik selama musim lebaran ini juga ke depannya. Pasalnya, pesawat yang sebelumnya menjadi opsi perjalanan cepat dan nyaman untuk libur mudik lebaran saat ini agak jauh dari jangkauan lantaran harga tiketnya yang meningkat. "Dua itu jadi champion, satu laut, kedua lewat bis," ujarnya.

Sumber : Bisnis