Asita Tengarai Minat Mudik WNI di Luar Negeri Bertahan Tinggi

Ilustrasi kedatangan tenaga kerja indonesia (TKI) di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. (Solopos)
06 Juni 2019 04:40 WIB Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali Nasional Share :

Solopos.com, MANGUPURA — Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) menengarai minat mudik para ekspatriat Indonesia pada Lebaran 2019 ini masih tinggi, tanpa mengalami perubahan yang berarti dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Padaha, harga tiket pesawat udara saat ini sedang tinggi-tingginya.

Ketua Umum Asita N. Rusmiati mengatakan kuantitas WNI di luar negeri seperti tenaga kerja Indonrsia (WNI) yang melakukan mudik Lebaran pada tahun 2019 ini tidak mengalami perubahan yang berarti dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.  "Saya belum bisa sebutkan secara pasti, berapa jumlah pemudik dari luar negeri pada Lebaran kali ini. Namun yang jelas tidak ada tanda-tanda penurunan, meskipun ada kendala harga tiket pesawar yang dinilai masih mahal," jelasnya, Rabu (5/6/2019).

Seperti dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Badung, Bali, ia mengatakan pada Lebaran kali ini masih banyak pemudik yang tetap memanfaatkan moda transportasi udara. Terlebih lagi, menurutnya terdapat sejumlah rute penerbangan langsung dari luar negeri yang menghubungkan negara asal keberangkatan pemudik menuju daerah asalnya, tanpa harus transit di bandara besar.

"Salah satu contohnya rute penerbangan Kuala Lumpur-Banyuwangi yang dibuka sejak 2018. Rute itu cukup membantu para pemudik dari Malaysia untuk menuju daerah asalnya seperti Jawa Timur tanpa harus transit ke Jakarta atau Surabaya dulu," jelasnya.

Dia mengatakan aktivitas mudik warga negara Indonesia di luar negeri pada Lebaran 2019 ini masih didominasi para pemudik dari negara seperti Malaysia, Hong Kong, dan Timur Tengah. Negara-negara tersebut merupakan negara dengan populasi tenaga kerja Indonesia (TKI) terbesar.

Di sisi lain, dia mengakui terdapat sejumlah hambatan yang dialami pemudik dari luar negeri untuk mudik tahun 2019 ini. Salah satunya adalah bangkrutnya sebuah agen perjalanan di Hong Kong, yakni Free Spirit Travel pada akhir bulan lalu. Hal itu membuat ratusan tenaga kerja indonesia (TKI) gagal mudik pada Lebaran 2019 ini.

"Memang sedang ada kendala di beberapa negara seperti kasus di Hong Kong. Sekarang sedang diproses oleh negara yang bersangkutan. Kami harap para TKI tersebut tetal dapat mudik pada Lebaran kali ini," katanya.

Sumber : Bisnis