Darrrr! Petasan Meledak, 4 Warga Blitar Terluka

Ilustrasi petasan (Youtube)
04 Juni 2019 16:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, BLITAR - Sebanyak empat warga di Lingkungan Kendaldoyong Kelurahan Togogan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar terkena ledakan petasan. Mereka mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dikutip dari detik.com, Selasa (4/6/2019), kejadian tersebut terjadi pada Senin (3/6/2019) malam WIB. Keempat korban itu merupakan peracik petasan. Mereka adalah Ebianto, Yuli Ardianto, dan Andres Suntoro. Sementara satu korban lainnya belum diketahui identitasnya.

Awalnya, salah satu dari mereka memasukkan bubuk petasan dimasukkan ke lubang sumbu. Begitu lubang sumbu ditutup dengan obeng, tiba-tiba petasan meledak yang mengakibatkan mereka berempat terluka.

Ebianto mengalami luka paling parah yakni luka robek pada jari tangan kiri dirujuk di RS Dr Iskak Tulungagung. Sementara Yuli Ardianto mengalami luka bakar lecet di telapak tangan dan kaki, sedangkan Andres Suntoro mengalami luka pada bakar lecet pada tangan dan kaki kiri. Yuli dan Andres masih dirawat intensif di RS Itjihad Srengat.

"Begitu kami dengar kabar itu, kami langsung cros cek ke lokasi. Dan memang benar, kejadiannya semalam sekitar 23.30 WIB. Empat korban luka, namun identitas korban yang satu belum kami ketahui. Informasinya hanya luka ringan, tak sampai dirawat di rumah sakit," kata Kasat Reskrim Polresta Blitar AKP Heri Sugiono.

Petasan itu rencananya akan diledakkan usai Salat Idul Fitri besok. Karena sudah menjadi tradisi bagi warga sekitar memeriahkan hari kemenangan dengan pesta petasan di sekitar masjid.

"Awalnya mereka berlima. Meracik petasan itu di bagian dapur rumah Slamet, bapaknya Ebianto. Yang satu sebelum terjadi ledakan itu pulang. Tapi karena ini tergolong low explosif jadi tidak sampai merusak bagian dalam dapur," jelasnya.

Polisi lalu memasang police line di rumah Slamet. Mereka tidak menemukan bubuk petasan lain di dalam rumah itu. Namun proses penyelidikan masih akan diteruskan. "Police line kami pasang. Tapi semua korban kondisinya belum ada yang bisa diminta keterangan," pungkasnya.

Sumber : detik.com