Sejarah Hari Ini: 3 Juni, Awal Mula Perang Candu I

Ilustrasi pertempuran di masa Perang Candu I. (Wikimedia.org)
03 Juni 2019 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Kaisar Dinasti Qing di Tiongkok, Lin Zexu, memberikan perintah kepada pasukannya untuk menghancurkan opium atau candu yang dikirim Inggris untuk dijual di Tiongkok. Keputusan Dinasti Qing menghalau monopoli opium dari Inggris itu kemudian memicu perang yang disebut Perang Candu I.

Awal mula Perang Candu I itu merupakan salah satu dari sekian peristiwa bersejarah dunia yang layak dikenang pada 3 Juni. Berikut sejumlah peristiwa bersejarah yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org, dalam Sejarah Hari Ini, 3 Juni:

Koin yang diyakini bergambar Kaisar Bizantium Philippicus. (Wikimedia.org)
713
Kaisar Bizantium, Philippicus, digulingkan dan diasingkan oleh tentara pemberontak dari kawasan Thrace, dekat Turki. Selain diturunkan dari takhtanya dan diasingkan, Philippicus juga dibuat buta. Ia kemudian digantikan sekretarisnya, Artemius, yang kemudian menyandang nama Anastasius II.

1621
Perusahaan Peredagangan Hindia Barat Belanda diberikan hak untuk memonopoli sebagian tanah Amerika yang lantas disebut sebagai New Netherland. Kini, kawasan New Netherland menjadi bagian dari New York, New Jersey, Delaware, dan Connecticut di Amerika Serikat (AS).

1839
Kaisar Dinasti Qing di Tiongkok, Lin Zexu, memberikan perintah kepada pasukannya untuk menghancurkan opium atau candu yang dikirim Inggris untuk dijual di Tiongkok. Lin Zexu tak ingin Inggris memonopoli perdagangan di kawasan yang ia kuasai. Peristiwa itu kemudian memicu terjadinya Perang Opium I atau Perang Candu I antara Inggris dan Tiongkok.

1940
Pasukan Jerman mula membombardir Kota Paris, Prancis. Sebagian besar warga sipil dan anak-anak sekolahan menjadi korban dari peristiwa tersebut. Pengeboman itu bertujuan agar Prancis tetap tunduk terhadap Jerman.

1942
Pasukan Jepang mengebom Pulau Unalaska di Alaska, Amerika Serikat (AS) dan memulai Operasi Kepulauan Aleutian. Operasi yang bertujuan untuk merebut Kepulauan Aleutian di kawasan Alaska dari tangan AS itu berlangsung hingga 15 Agustus 1943 dan berakhir dengan kekalahan Jepang dari AS.

1943
Pasukan Uni Soviet menembak jatuh 162 pesawat tempur milik Jerman yang menyerang Kota Kursk, Rusia. Jerman menggunakan sedikitnya 500 pesawat tempur untuk melancarkan serangan selama 10 jam ke Kota Kursk. Peristiwa itu memicu Pertempuran Kursk yang dimenangi Uni Soviet.

Lambang Tentara Nasional Indonesia yang digunakan saat ini. (Wikimedia.org)
1947
Presiden Soekarno meresmikan penggabungan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dengan milisi-milisi rakyat Indonesia. Gabungan itu kemudian dinamai Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang namanya digunakan hingga kini.

1999
India dan Pakistan kembali berperang merebutkan wilyah distrik Kargil, Kashmir. Pihak India menuding tentara Pakistan telah melanggar wilayah perbatasan, sedangkan pihak Pakistan mengaku hanya ingin meredakan pemberontakan di Kargil. Setelah pertempuran usai, wilayah Kargil yang sebelumnya milik Pakistan justru berhasil dicaplok India.

2006
Montenegro menyatakan kemerdekaannya dan menjadi negara yang berdiri sendiri setelah sebelumnya merupakan bagian dari Uni Serbia-Montenegro. Dua hari berselang, Uni Serbia-Montenegro yang didirikan sejak 4 Februari 2003 dinyatakan bubar.

2009
New Hampshire menjadi negara bagian ke-6 di Amerika Serikat (AS) yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Gubernur New Hampshire, John Lynch, menandatangani undang-undang yang melegalkan pernikahan sesama jenis itu setelah mendapatkan dukungan dari warga.

Kolom 6 hours ago

Fisika di SMK