Jasa Marga Tanggapi Polemik Desain Masjid Al Safar

Masjid Al Safar. (Istimewa - Twitter)
02 Juni 2019 16:10 WIB Rivki Maulana Nasional Share :

Solopos.com, BANDUNG - PT Jasa Marga Tbk. menghimbau masyarakat untuk bijak dalam mencerna informasi yang beredar di media sosial terkait simbol kelompok Iluminati di Masjid Al Safar, KM 88 B jalan tol Cikampek Purwakarta Padalarang (Cipularang).

Corporate Communication Department Head Jasa Marga Irra Susiyanti mengatakan Masjid Al Safar diresmikan pada 2016 di rest area jalan tol Cipularang. Sarana peribadatan seperti masjid merupakan salah satu fasilitas yang harus dibuat pengelola rest area untuk pengguna jalan tol.

Irra menerangkan, desain Masjid Al Safar karya Ridwan Kamil telah melalui proses seleksi dan sesuai dengan konsep rest area yang dibangun oleh Jasa Marga. tidak memilik untuk menggambarkan simbol-simbol dalam masjid Al Safar, yang bertentangan dengan akidah agama.

"Kami patuh terhadap ketentuan pengadaan barang dan jasa, serta dari sejak desain awal telah melakukan proses beauty contest," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (2/6/2019).

Ridwan Kamil dalam akun media sosial instagram juga telah memberikan penjelasan. Dia menampik desain Masjid Al Safar mengandung simbol Iluminati. Isu ini, lanjutnya juga bukan hal baru karena pernah diungkit tahun lalu saat dia bertarung dalamPemilihan Gubernur Jawa Barat

Menurut Ridwan, Masjid Al Safar merupakan hasil dari riset teori Folding Architecture alias lipatan. Seperti origami, hasilnya adalah lekukan dan ruang berbentuk segitiga. "Estetika Islam sangat kuat di geometri. Maka dari itu setiap desain masjid sealu berusaha baru dan geometri berbeda," tulisnya.

Kolom 6 hours ago

Delusi Tiongkok