Isu Referendum Aceh Pasca-Pilpres, Sandiaga Uno: Jangan Dibenturkan

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno (kedua kiri) bersama Penanggung Jawab Tim Kuasa Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Hashim Djojohadikusumo (kanan) melambaikan tangan usai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (24/5 - 2019). (Antara/Galih Pradipta)
30 Mei 2019 16:45 WIB Feni Freycinetia Fitriani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno angkat bicara soal munculnya wacana jajak pendapat atau referendum Aceh yang dilontarkan mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

"Pendapat saya tegas, Aceh adalah bagian dari Indonesia. Tentunya kita hormati kerisauan masyarakat Aceh, tetapi harus berdialog. Jangan benturkan, mari merangkul karena Aceh bagian dari bingkai NKRI," katanya, Kamis (30/5/2019).

Dia menuturkan selama berkampanye di Negeri Serambi Mekah, para pejuang demokrasi sudah final untuk memastikan persatuan Indonesia.

Meski demikian, dia tak menampik bahwa banyak kekecewaan yang muncul dari warga Naggoe Aceh Darussalam sendiri. Pemerintah dan semua pihak harus bisa mencari jalan keluar sekaligus menahan diri.

"Menurut saya, jangan kita ambil pernyataan di luar proporsinya. Kita harus berdialog. Saya sangat yakin bahwa NKRI sudah harga mati. Kita pastikan persatuan dan kesatuan," kata Sandiaga.

Sebelumnya, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Ketua DPA Partai Aceh (PA) Muzakir Manaf (Mualem) soal permintaannya agar Aceh segera melakukan referendum. 

Pernyataan itu disampaikan Mualem dalam sambutan buka puasa bersama sekaligus peringatan ke-9 tahun (3 Juni 2010-3 Juni 2019), wafatnya Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Muhammad Hasan Ditiro di Banda Aceh, Senin (27/5/2019).

Sumber : Bisnis/JIBI