Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran

Andi Arfianto - Istimewa
27 Mei 2019 06:00 WIB Andi Arfianto Kolom Share :

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (22/5/2019). Esai ini karya Andi Arfianto, guru SD Muhammadiyah Program Khusus Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah andi.arfianto.aa@gmail.com.

Solopos.com, SOLO -- Media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat terjadi proses belajar pada diri mereka.

Penggunaan media secara efektif memungkinkan siswa belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performa mereka sesuai tujuan yang akan dicapai. Rossi dan Briedle (1996) mengemukakan media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, buku, koran, majalah, dan sebagainya.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Salah satu hasil perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah Internet. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat menuntut semua pihak mengembangkan diri dan beradaptasi serta mengikuti arus dengan memanfaatkan teknologi dalam segala aktivitas.

Dampak perkembangan teknologi ini berimbas pula pada proses pembelajaran. Para pendidik harus mampu melakukan berbagai inovasi dan kreativitas agar proses pembelajaran selalu relevan dengan perkembangan zaman. Pembelajaran abad ke-21 memang harus berbenah mengikuti perkembangan teknologi yang begitu pesat, mengancam, dan menggilas, hingga siswa lebih cepat daripada guru. Potensi ini jika dimanfaatkan dengan baik sesungguhnya bukan ancaman.

Kita tentu mengenal istilah 4C, yaitu comunicative, collaborative, critical thingking and problem solving,  creative, untuk pembelajaran kontemporer disertai kemampuan literasi dan aktivitas pembelajaran berbasis siswa. Bagi sebagian guru, ini sangat merepotkan ketika harus terinternalisasi dalam pembelajaran di kelas.

Media Pembelajaran

Inovasi dan kreativitas yang dapat dilakukan pendidik salah satunya dengan menggunakan teknologi informasi sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran yang terintegrasi dalam teknologi informasi dapat menjadi daya tarik dan membangkitkan gairah belajar peserta didik.

Salah satu hasil perkembangan teknologi informasi yang dapat dijadikan media pembelajaran yang menyenangkan adalah video blog atau vlog. Vlog merupakan media komunikasi dan informasi berbasis video dan web yang mengolaborasikan kreativitas, informasi, dan hiburan dalam satu hasil karya.

Vlog yang kemudian disebut juga V-blogging merupakan satu bentuk kegiatan. Vlog merupakan salah satu fasilitas media berbasis Intenet yang menggunakan video sebagai medium penyampaian pesan di atas teks dan audio sebagai sumber utama.

Vlog mulai dikenal masyarakat luas sejak 2015 namun sebetulnya vlog sudah ada sejak mulai dikenalnya blog pada 2005. Vlog dapat memanfaatkan handphone berkamera, handycam, kamera yang dilengkapi mikrofon dan mengambil adegan pada momentum atau kejadian sesuai kebutuhan informasi yang akan disampaikan dengan durasi tertentu.

Proses pembelajaran matematika di SD Muhammadiyah Program Khusus Kota Barat, Solo, dilengkapi inovasi dan kreativitas. Salah satu contoh pada pembelajaran di kelas V pada kompetensi dasar  materi membaca dan menyajikan data memanfaatkan media vlog sebagai sarana pembalajaran.

Dalam pembelajaran ini, siswa tergabung dalam beberapa kelompok. Dalam waktu 30 menit diberi tugas mengamati dan mencatat secara langsung jumlah dan jenis kendaraan yang melitas di jalan raya. Ini dilakukan pada pembelajaran ke-1. Lokasi yang dipilih di antaranya ruas Jl. dr. Moewardi di depan Masjid Kota Barat, Solo; Jl. Slamet Riyadi, tepatnya depan RS DKT; Jl.  Adisucipto, tepatnya depan SMK N 4 Solo; dan Jl. Ahmad Yani, tepatnya depan Markas Kodim Solo.

Diagram Batang

Pada pembelajaran ke-2, setiap kelompok mendiskusikan hasil pengamatan dan pencatatan dilanjutkan menyajikan hasil dengan diagram batang pada kertas karton yang disiapkan oleh anggota kelompok.

Pembuatan diagram batang diserahkan kepada kreativitas masing-masing kelompok. Semua kelompok boleh menambahi pernik-pernik yang lain sehingga tampilan diagram batang bervariasi. Pada pembelajaran ke-3 setiap kelompok mempresentasikan diagram batang dengan menggunakan vlog.

Sebagian kelompok mengunakan bantuan telepon genggam dan ada juga yang menggunakan bantuan kamera sebagai perekam video. Hasil rekaman masing-masing kelompok disunting oleh siswa sendiri secara mandiri dan bisa dikerjakan di rumah apabila tidak selesai dikerjakan pada waktu pembelajaran di sekolah.

Vlog semua kelompok diunggah di Instagram dengan tanda pagar #sdmuhammadiyahpksolo dan #atmmatematika. Kelompok yang mendapatkan tanda suka terbanyak akan mendapatkan apresiasi dari sekolah. Semua siswa sangat antusias dan berusaha mempromosikan vlog karya mereka ke semua teman hingga keluarga untuk berpartisipasi dan memberikan dukungan tanda suka sebanyak-banyaknya.

Video Tutorial

Guru menilai hasil presentasi dan mencatat tanda suka yang diperoleh setiap kelompok. Selain vlog, teknologi informasi yang dapat dijadikan sebagai alternati media pembelajaran yang menyenangkan siswa adalah video tutorial. Video tutorial dapat dibuat oleh guru dengan menyesuaikan materi.

Video tersebut selain sebagai media pembelajaran di kelas juga bisa dijadikan video tutorial sebagai tugas siswa di rumah. Video tutorial diunggah di Youtube dan bisa di akses peserta didik. Video tutorial merupakan media komunikasi dan informasi berbasis video secara efektif dan efisien berbentuk pemberian arahan, bantuan, petunjuk, dan motivasi kepada peserta didik.

Petunjuk berarti memberikan informasi tentang cara belajar secara efektif dan efisien. Arahan berarti mengarahkan peserta didik mencapai tujuan masing-masing. Motivasi berarti menggerakkan kegiatan peserta didik dalam mempelajari materi, mengerjakan tugas-tugas, dan mengikuti penilaian. Bimbingan berarti membantu peserta didik memecahkan masalah (Rusman, 2012).

Pemanfaatan video toturial bisa dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran maupun pemberian tugas di rumah yang bersifat proyek. Pada waktu liburan contohnya, guru menyiapkan tugas yang bisa dikerjakan siswa di rumah. 

Untuk tugas mata pelajaran Matematika, siswa diminta menyimak vidoe tutorial yang diunggah di Youtube. Siswa mendapatkan arahan, bantuan, dan petunjuk melalui video tersebut dan guru meminta orang tua untuk mendampingi. Siswa diminta mengumpulkan penyelesaikan tugas saat masuk sekolah.

Dalam pembuatan video tutorial guru bisa menggunakan software Faststone Capture. Faststone Capture adalah software yang memungkinkan pengguna menyimpan bagan-bagan penting di layar komputer, seperti menyimpan gambar, merekam aktivitas layar komputer, mengedit gambar, dan lain-lain.

Koneksitas Ilmu dengan Kehidupan

Software ini bisa memanfaatkan merekam aktivitas layar komputer/laptop dan kita tinggal menyiapkan materi, misalnya berupa Power Point. Setelah selesai atau rekaman jadi bisa diunggah di Youtube.

Revolusi Industri mengharuskan kita berinovasi dan kreatif atau menunggu tergerus lalu dianggap konvensional. Muatan pelajaran yang masih diajarkan dengan pola atau metode lama akan membuat suasana kelas kurang aktif atau teacher center, jauh dari harapan koneksitas ilmu dengan kehidupan.

Inovasi guru bukan hanya untuk kepentingan kompetisi namun harus terbentuk kemampuan kreatif bagi siswa sebagai bagian dari kompetensi kemampuan berpikir tingkat tinggi. Inovasi pembelajaran juga harus menjadi inserting learning process sehingga tercipta pembelajaran yang meaningfull (bermakna).

Pemanfaatan vlog dan video tutorial menjadi alternatif media pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi. Guru senantiasa inovatif dan kreatif memilih media pembelajaran yang selaras dengan kemajuan teknologi serta perkembangan zaman.

Media pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi menjadikan pembelajaran menggerakkan siswa aktif, kreatif, dan menggembirakan secara individu maupun kelompok. Ruang kelas menjadi bermakna bagi siswa apabila dirasakan manfaatnya dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Belajar yang bermakna salah satunya proses belajar yang berprioritas memberi kesempatan peserta didik bekerja sama dengan orang lain.