Amien Rais: Saya Kecewa, Tapi Nggak Bisa Apa-Apa

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019). - Antara/Aprillio Akbar
26 Mei 2019 06:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Amien Rais mengaku sangat kecewa dengan hasil Pemilu 2019, namun dia mengaku tak bisa melakukan apa-apa untuk mengubah keadaan. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, mengaku pesimistis dengan "nasib" gugatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, terkait Pemilihan Presiden 2019.

"Dan hasil Pemilu 2019 ini saya kecewa, tapi nggak bisa apa-apa. Hari ini saya kira sudah turun ke MK dan kita lihat bagaimana walaupun MK, saya pesimis akan merubah keadaan," kata Amien Rais, di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019) sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara.

Amien Rais mengatakan, BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mengakui hasil suara Pilpres 2019 yang telah ditetapkan oleh KPU dan pihaknya menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena terpaksa.

"Sesungguhnya kami tahu BPN ini nggak mengakui ya, tetapi kita dipaksa oleh jalur hukum dan tidak bisa tidak, dan kalau nggak mengakui silakan ke MK," kata dia.

Menurut salah satu tokoh BPN ini, pada Pemilu 2019 terjadi kecurangan yang terstruktur dan masif. Oleh karena itu, mereka tidak mengakui hasil perhitungan suara yang telah ditetapkan oleh KPU.

"Kalau sampai terjadi kecurangan atau kejahatan pemilu yang bersifat terstruktur, masif dan sistematik, maka tentu kita nggak perlu lagi mengakui hasil KPU itu," ujarnya.

Jumat kemarin, dia datang untuk memenuhi pemanggilan pemeriksaan keduanya sebagai saksi dalam kasus dugaan makar Eggi Sudjana.

Rais yang datang sekitar pukul 10:30 WIB di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, keluar dari ruang penyidikan sekitar pukul 20:42 WIB dengan didampingi puluhan simpatisan dan tim kuasa hukumnya.

Amien Rais dicecar dengan 37 pertanyaan oleh penyidik. Dalam pemeriksaan itu, Amien menjelaskan maksud people power yang menurutnya bukan upaya makar.

Sumber : Kantor Berita Antara