Tulis Pemerintahan Rezim Cina, Dahnil Anzar Akui Twitternya Dibajak

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Azhar berjalan saat tiba di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019). - ANTARA/Muhammad Adimaja
25 Mei 2019 00:45 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Akun Twitter Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak @Dahnilanzar mencicit ajakan tidak usah bayar pajak. Karena saat ini Indonesia dipimpin oleh pemerintahan rezim Cina.

Dahnil mengatakan bahwa itu bukan status yang dibuatnya sendiri. Akunnya telah dibajak. “Sahabat sekalian  tadi malam akun twitter saya @Dahnilanzar sempat dibajak. Namun atas bantun kawan-kawan pagi tadi bisa kembali masuk,” katanya melalui pesan instan kepada wartawan, Jumat (24/5/2019).

Meski sudah bisa dimiliki lagi, Dahnil menjelaskan bahwa akunnya kembali tidak bisa diakses. Ini setelah dia mencicit setelah konferensi pers (konpers) soal gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Semua tweet sore tadi setelah konpers di Kertanegara bersama Bang Sandi bukan dari saya, dan akun saya tidak di bawah kendali saya. Siapa pun yang melakukan pasti mereka yang berniat jahat,” jelasnya.

Hasil pemantauan Bisnis.com di akun Dahnil, dia mengunggah foto dengan keterangan foto, “Buat apa bayar pajak motor kalau Prabowo tidak jadi presiden? Masa saya harus bayar pajak ke pemerintahan rezim Cina?”

Pada tautan kedua dia menulis, “Jangan anggap remeh anak Vespa sarungan. Jadi buat apa bayar pajak? Naik motor juga ga perlu pakai helm. Cukup peci melindungi kepala. Peci lebih sakti daripada helm. Petugas akan takut dengan pengendara bersarung.”

Tautan terakhir, Dahnil mencicit, “Rapat persiapan penjemputan paksa Amien Rais di kantor Polri dengan bantuan aktivis HAM dari Eropa,”