Ricuh Depan Bawaslu, Kapolres Jakarta Pusat Minta Ustaz & Korlap Tahan Massa

Massa saat melakukan aksi ke arah petugas di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (21/5 - 2019). (Antara/Muhammad Adimaja)
22 Mei 2019 19:40 WIB Lalu Rahadian Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Massa belum juga membubarkan diri dari depan Gedung Bawaslu. Di tengah tensi yang meningkat, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan, sempat meminta agar pihak pengunjuk rasa menahan agar massa tidak melakukan provokasi kepada aparat.

Seperti diberitakan Solopos.com sebelumnya, saat kelompok massa aksi 22 Mei hendak meninggalkan lokasi unjuk rasa, ada provokasi yang muncul dari tengah massa. Hal itu diikuti pelemparan botol plastik dan batu, bahkan ada juga yang memprovokasi yang melemparkan cone pembatas.

Tak lama terdengar suara ledakan petasan bersahutan. Disusul bendera Merah Putih raksasa yang mulai dibentangkan massa aksi dari pusat perbelanjaan Sarinah. Mereka membentangkan bendera sambil bernyanyi sekitar pukul 19.21 WIB.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan terdengar sempat meminta bantuan orator dan ustaz yang terlibat unjuk rasa agar menahan massa supaya tidak melakukan provokasi.

"Pak ustaz, bantu kami Pak Ustaz. Kami bertahan. Tolong para korlap bantu kami. Tolong jangan lakukan ini," seru Harry yang disiarkan dari pengeras suara di mobil pengurai massa.

Sumber : Bisnis/JIBI