Enggan Mundur, Massa Aksi di Depan Bawaslu Lemparkan Bom Molotov ke Polisi

Polisi membubarkan massa di Jl Wahid Hasyim menggunakan gas air mata. (Detik.com)
22 Mei 2019 01:51 WIB Jafar Sodiq Assegaf Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Polisi terus berupaya membubarkan massa di sekitar gedung Bawaslu. Polisi mengejar massa hingga ke daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebelumnya, Polisi memukul mundur massa dengan menyisir Jalan Wahid Hasyim, Jakpus. Di sekitar Pasar Tanah Abang, tampak ada sejumlah orang yang masih menolak membubarkan diri.

Pantauan Solopos.com melalui tayangan CNN Indonesia, Rabu (22/5/2019) dini hari WIB, massa pendemo yang masih bertahan di Jalan Kebon Kacang, Jakarta Pusat, menyerang aparat kepolisian dengan kembang api. Tak puas sampai di situ, pada 01.48 WIB, sebagian kecil massa yang enggan membubarkan diri itu bahkan melemparkan bom molotov.

Luncuran kembang api terlihat beberapa kali di lokasi dan menimbulkan ledakan. Bentrokan pun tak dapat dihindarkan. Sejumlah personel polisi antihuru-hara yang memakai helm, tameng, dan tongkat pemukul terus bergerak ke arah massa aksi. Sementara itu, para pendemo perlahan-lahan mundur.

Sejumlah orang melakukan perlawanan kepada aparat dengan melemparkan barang-barang yang ada. Polisi lewat pengeras suara terus mengimbau massa untuk kembali ke rumah masing-masing.

Warga terus melawan dengan melemparkan barang-barang. Polisi akhirnya kembali melepaskan tembakan gas air mata ke arah massa.

Mengutip Detik.com, Rabu, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono juga tampak memimpin personelnya membubarkan paksa massa aksi. Dia didampingi oleh Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan dan pejabat utama Polda Metro Jaya.

Polisi sebelumnya memberikan peringatan tiga kali kepada massa aksi untuk segera membubarkan diri. Mereka yang tidak berkepentingan diminta segera pulang.

"Kami sampaikan peringatan yang kepada warga masyarakat segera membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing," ujar dia.