Berniat Jual Ginjal karena Utang, Ida Akhirnya Mendapat Bantuan PKH

Ida Farida membawa poster "Dijual ginjal saya demi sesuap nasi" di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (17/5/2019). - Okezone
21 Mei 2019 21:55 WIB Syifaul Arifin Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA--Ida Farida menjadi viral setelah membawa spanduk bertuliskan “Dijual Ginjal Demi Sesuap Nasi”. Aksi Ida ini menyita perhatian pengguna kendaraan bermotor di traffic light Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2019).

Dengan ekspresi wajah penuh harap, Ida Farida ingin banyak orang bersimpati dengannya. Janda asal Karawang ini datang ke Ibu Kota demi menarik simpati banyak kalangan. Dia datang sendirian, naik kendaraan dengan modal pinjaman tetangga.

Perempuan berkulit gelap ini datang ke Jakarta dari Karawang, Jawa Barat, sejak pukul 07.00 WIB. Dia kuat berdiri walau dalam kondisi puasa demi menyita perhatian warga yang berminat membeli ginjalnya.

"Selagi saya mampu usaha saya lakukan, saya datang ke sini harapannya bisa bikin orang. Mereka biar bisa terketuk hatinya untuk mau kasih modal buka warung soto tangkar nanti," ucapnya sebagaimana dikutip dari rilis Kementerian Sosial (Kemensos).

Setelah foto Ida viral di media sosial, Kemensos cepat tanggap. Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengabulkan harapan Ida untuk mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Nilainya Rp2,4 juta/tahun. 

Kemensos meneliti latar belakang keluarga Ida melalui pekerja sosial (peksos) supervisor. “Laporan dari Peksos supervisor menyebutkan Ibu Ida memenuhi syarat untuk masuk dalam PKH karena yang bersangkutan ada tanggungan lansia,” kata Agus di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Ida terlilit utang bank keliling dengan bunga sangat besar. Sebelumnya, dia berjualan soto.  Modalnya habis karena terlilit utang bank emok dan bank keliling. Ida juga memiliki anak lulusan SMK yang masih menganggur.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat mengatakan PKH hadir untuk meringankan beban masyarakat tidak mampu di Indonesia karena dalam bantuan ini masyarakat juga diberikan bekal untuk dapat keluar dari masalah kemiskinan.

“Dalam kasus Ibu Ida, nanti yang bersangkutan akan diberikan edukasi bagaimana mengelola modal dan keuangan supaya tidak terlilit utang lagi,” tambah Harry.

Selain PKH, Ida juga akan mendapatkan bantuan pangan non tunai (BPNT).

Kolom 2 hours ago

Bahaya Lethong