Hatice Cengiz Kritik Keras Trump yang Tumpul Hadapi Pembunuhan Khashoggi

Jamal Khashoggi dan Hatice Cengiz (Wahingtonpost.com)
17 Mei 2019 17:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, WASHINGTONHatice Cengiz mengkritik sikap Amerika Serikat yang selama ini pasif terkait kasus pembunuhan tunangannya, Jamal Khashoggi. Dia menilai pemerintahan Donald Trump gagal menegakkan nilai-nilai Amerika karena membiarkan Arab Saudi menghindari konsekuensi atas pembunuhan Jamal Khashoggi.

Hatice Cengiz menilai mendiang kekasihnya, Jamal Khashoggi, tentu sangat kecewa melihat sikap Amerika Serikat. Sebab, selama ini Jamal Khashoggi merupakan salah satu jurnalis yang cukup vokal memperjuangkan Amerika Serikat.

“Jamal Khashoggi selalu memperjuangkan Amerika Serikat sebagai tempat Anda berpihak. Dia menentang status quo dan berbicara lantang membela kebenaran. Jamal akan sangat kecewa melihat respons Amerika Serikat yang seperti ini,” kata Hatice Cengiz seperti dilansir NDTV, Jumat (17/5/2019).

Pernyataan Hatice Cengiz kali ini merupakan yang paling tajam mengkritik reaksi pemerintahan Donald Trump terhadap pembunuhan Jamal Khashoggi. Menurutnya, kasus ini merupakan serangan terhadap kekebasan pers dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Sampai saat ini, Hatice Cengiz masih terus menuntut keadilan atas kematian Jamal Khashoggi. Seperi diketahui, Jamal Khashoggi dibunuh saat mengurus dokumen pernikahan di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul 2 Oktober 2018.

Hatice Cengiz menyerukan penyelidikan internasional yang disponsori Amerika Serikat untuk mengusut kasus kematian Jamal Khashoggi di depan House of Representative (DPR) Amerika Serikat, Kamis (16/5/2019). Namun, para legislator Amerika Serikat yang bersimpati pada perjuangannya tidak bisa menawarkan jaminan konkret atas penyelidikan itu.

Belum ada konfirmasi yang jelas bahwa Amerika Serikat akan mengadakan penyelidikan,” kata Hatice Cengiz seperti dikutip dari Al Jazeera.

Hatice Cengiz menyayangkan sikap dunia yang hanya bergeming atas pembunuhan Jamal Khashoggi. Padahal, sudah enam bulan lebih peristiwa mengerikan itu terjadi.

Tidak ada kebenaran, keadilan, atau pertanggungjawaban bagi mereka yang terlibat dalam insiden mengerikan ini hingga menodai HAM dan kebebasan pers,” tegasnya.