Titiek Soeharto Pilih Jalanan daripada MK, Ingin Petahana Didiskualifikasi

Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno yang juga Ketua Dewan Pembina Komunitas Rabu Biru Indonesia Titiek Soeharto (kanan) berfoto bersama di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (20/3 - 2019) siang. (Antara/Sumarwoto)
17 Mei 2019 23:45 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo – Sandiaga, Titiek Soeharto, menegaskan enggan membawa persoalan kecurangan Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia beralasan keengganannya itu didasari pengalaman pahit kubu Prabowo – Hatta Radjasa saat menggugat hasil Pilpres 2014 ke MK.

Menurutnya, lebih baik kekinian menggelar aksi massa melalui organ Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) menjelang pengumuman hasil akhir rekapitulasi perolehan suara pilpres oleh KPU pada pada Rabu (22/5/2019) pekan depan.

"Dulu kami lapor ke MK, judulnya belum diperiksa, belum diperiksa. Bukti-buktinya sudah diketok yang menang sebelah sana. Jadi sekarang tidak lagi akan ke MK, kami berjuang di jalanan,” kata Titiek saat menghadiri acara Deklarasi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) di Rumah Perjuangan Rakyat, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Titiek berharap melalui aksi GNKR itu, KPU mendengar tuntutan mereka yang meminta agar capres-cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin didiskualifikasi. Alasannya, dia menuding pasangan 01 berbuat curang.

"Harapannya didiskualifikasi, mana yang curang, petahana yang curang ini harus didiskualifikasi," kata Titiek.

Sumber : Suara.com