Tragedi Penembakan Selandia Baru Bakal Difilmkan

Korban luka/luka dibawa ke mobil ambulans setelah penembakan brutal di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru. (Solopos/Martin Hunter)
16 Mei 2019 23:10 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, SOLO – Tragedi penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, beberapa waktu lalu mengguncang dunia internasional. Penembakan tersebut dilakukan secara brutal oleh seorang pria layaknya permainan GTA. Kisah tragis tragedi penembakan itu rencananya difilmkan.

Kabar produksi film tersebut diumumkan di hari kedua Festival Film Cannes 2019, Rabu (15/5/2019). Film terbaru itu bakal digarap produser asal Mesir, Moez Masoud. Film tentang tragedi penembakan di Selandia Baru bakal diberi judul Hello Brother. Nantinya, film itu menceritakan keluarga dari Afghanistan yang terbang ke Christchurch untuk menyelamatkan diri. Namun, mereka justru terjebak dalam tragedi memilukan tersebut.

Moez Massoud hendak menyampaikan pesan perdamaian lewat film Hello Brother. Filmitu memang sengaja dibuat agar masyarakat dunia saling memahami. Selain itu, film terbaru ini diharapkan menjadi langkah penyembuhan bagi korban tragedi penembakan di Selandia Baru.

Kisah yang disampaikan lewat film Hello Brother diharapkan menjadi langkah penyembuhan. Sehingga kita semua bisa saling memahami. Sebab, ketidaktahuan adalah akar penyebab kebencian, rasisme, supremasi, dan terorisme,” kata Moez Massoud seperti dikabarkan Reuters, Kamis (16/5/2019).

Judul film terbaru itu diambil berdasarkan ucapan seorang pria tuas asal Afghanistan yang menyambut pelaku penembakan di pintu Masjid Al Noor. Pria itu tewas ditembak karena berusaha menghalangi pelaku. Namun, ucapannya dikutip seluruh dunia untuk menyerukan perlawanan terhadap aksi kebencian.

Moez Massoud mengatakan, timnya kini sedang berada di Selandia Baru untuk mulai riset. Mereka bakal menemui keluarga korban tragedi penembakan di Selandia Baru. Namun, pihk Asosiasi Muslim Canterbury yang berdomisili di Christchurch mengaku belum dihubungi terkait proyek film tersebut.