Rekapitulasi KPU: Jokowi Naik, Prabowo Turun Drastis di Jatim & NTT

Pekerja memasukkan data ke Sistem Informasi Penghitungan (Situng) DKI Jakarta di Hotel Merlyn Park, Jakarta, Minggu (21/4 - 2019). Hasil penghitungan suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang dimuat dalam Situng milik KPU masih terus bergerak dan ditampilkan dalam portal pemilu2019.kpu.go.id. (Antara/Reno Esnir)
14 Mei 2019 21:30 WIB Lalu Rahadian Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Hasil pemilu dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah disahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di kedua provinsi tersebut, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul telak atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil rekapitulasi resmi KPU, Jokowi-Ma’ruf mendapat 16.231.668 suara di Jawa Timur. Jumlah itu setara dengan 65,79 persen suara sah.

Sementara Prabowo-Sandiaga mendapatkan dukungan dari 8.441.247 pemilih di Jawa Timur. Elektabilitas Prabowo-Sandiaga jika dipersentasekan mencapai 34,21 persen dari total suara sah.

Raihan suara Jokowi di Jawa Timur naik dibandingkan pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Saat itu, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) mendapatkan 11.669.313 suara di Jawa Timur.

Kenaikan suara Jokowi di Jawa Timur diikuti dengan turunnya suara untuk Prabowo. Pada Pilpres 2014, Prabowo bersama Hatta Radjasa mampu meraih 10.277.088 suara dari warga Jawa Timur.

Di NTT, Jokowi-Ma’ruf juga keluar sebagai pemenang pilpres dengan meraih 2.368.982 suara (88,57 persen). Elektabilitas itu mengalahkan dukungan yang didapat Prabowo-Sandiaga sebanyak 305.587 (11,43 persen).

Suara Jokowi di NTT juga naik dibanding Pilpres 2014 lalu. Saat itu, Jokowi bersama JK mendapat 1.488.076 suara.

Di NTT, suara Prabowo tercatat turun dibandingkan Pilpres 2014. Prabowo pada 2014 mampu mendapat dukungan 769.391 warga NTT. Akan tetapi, saat ini dukungan yang dia dapat berkurang lebih dari 50 persen.

Sumber : Bisnis/JIBI