Terduga Teroris Madiun Asal Semarang, Dikenal Baik & Hobi Mancing

Rumah yang ditinggali terduga teroris JP di RT 008/RW 003, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Selasa (14/5 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
14 Mei 2019 20:30 WIB Abdul Jalil Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Joko Priyono alias JP (sebelumnya tertulis JS), terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Anti-teror di Pasar Sayur Caruban, Kabupaten Madiun, baru pindah di RT 008/RW 003, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, setahun lalu. Sebelumnya keluarga tersebut tinggal di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan.

Nur Fitrianingsih, istri JP, mengatakan keluarganya pindah ke Madiun sejak tujuh tahun lalu. Sebelum pindah ke Madiun, keluarga tersebut tinggal di Semarang.

Di Madiun, JP memiliki kios kacamata di Pasar Sayur Caruban. Di kios tersebut, JP ditangkap oleh tim Densus 88 karena diduga terlibat dalam kasus terorisme. Namun, sampai saat ini belum ada keterangan mengenai JP masuk dalam jaringan apa.

Fitri menuturkan dirinya memiliki tujuh anak. Namun yang ikut tinggal di Madiun hanya tiga orang. Sedangkan tiga anaknya mondok di Ngawi dan satu anaknya yang paling besar sudah menikah.

Sebelum mengetahui suaminya ditangkap, Fitri sempat melihat ke kios kacamata milik suaminya di Pasar Sayur Caruban. Saat itu, anaknya menghubungi ponsel JP, tetapi justru tidak aktif.

"Setelah ditelepon tidak bisa. Saya jalan kaki ke pasar. Lihat kiosnya kok sudah tutup," ungkapnya, Selasa (14/5/2019).

Atas penangkapan suaminya, Fitri berharap proses pemeriksaan segera diselesaikan dan suaminya bisa segera pulang ke rumah.

Tetangga JP, Sutikah, mengaku tidak menyangka tetangganya menjadi terduga kasus terorisme. Ia mengaku tidak mengenal cukup baik dengan JP. Tetapi menurutnya JP merupakan sosok yang baik dan rajin beribadah.

"Pak Joko itu kan suka mancing. Ikan hasil pancingannya itu sering diberikan kepada tetangga. Saya pun pernah dikasih," ujar dia.

Sutikah menuturkan Selasa pagi memang ada banyak orang yang silih berganti ke rumah JP. Tetapi ia mengaku tidak mengetahui apakah kasus yang menjerat tetangganya itu. "Mereka sudah setahun tinggal di sini. Mereka ngontrak di rumah itu," ujarnya.