Emha Ainun Nadjib: Hina Kalau Saya ke Istana Presiden!

Emha Ainun Nadjib dalam acara Sarasehan Budaya di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 11 April 2019. (Youtube/Najwa Shihab)
13 Mei 2019 18:40 WIB Ginanjar Saputra Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Belakangan hari ini, nama Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun, ramai dibicarakan di media sosial karena potongan pernyataan kontroversialnya. Dalam pernyataan yang viral itu, Cak Nun menyatakan dirinya akan hina jika berkenan memenuhi undangan presiden ke istana, tanpa menyebut presiden yang mana.

Potongan pernyataan itu berasal dari acara Sarasehan Budaya di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 11 April 2019. Video acara tersebut diunggah di saluran Youtube milik jurnalis kondang, Najwa Shihab, dengan judul Cak Nun antara KPK dan Teror, 4 Mei 2019 lalu.

Di acara tersebut, juga hadir Najwa Shihab dan Novel Baswedan. Awalnya, suami Novia Kolopaking tersebut membahas kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan. Ia menegaskan dukungan untuk KPK tak hanya sehari atau setahun, namun selamanya.

Ia mencontohkan komitmennya dalam melakukan sesuatu seperti saat ia menolak untuk memenuhi undangan presiden ke istana, tanpa menyebutkan presiden mana yang ia maksud. "Saya tidak pernah mau dipanggil ke Istana. Saya tidak bangga sama sekali, hina kalau saya ke saya [istana presiden]," ucap Emha Ainun Nadjib diiringi tawa para hadirin.

Cak Nun menegaskan pernyataan itu bukan untuk menyombongkan diri. "Itu bukan soal kesombongan. Katanya rakyat, rakyat kan yang memegang kedaulatan, katanya demokrasi, presiden kan outsourcing, buruh lima tahun kok manggil bos," lanjutnya.

Namun demikian, pria 65 tahun tersebut bersedia hadir memenuhi undangan presiden dalam keadaan tertentu. Namun menurutnya, Tuhan sudah menakdirkan dirinya tak akan bertemu dengan presiden.

Tak disangka, potongan pernyataan Cak Nun dalam video yang sebenarnya berdurasi 30 menit lima detik itu menuai pro dan kontra dari warganet. Video itu kemudian viral dan memicu perdebatan di media sosial.

Menanggapi kehebohan itu, Cak Nun menegaskan pernyataannya itu tak memiliki pengaruh apa pun. "Wong saya enggak punya fungsi apa-apa, enggak punya pengaruh apa-apa, cuma itu. Ngapain juga ribut tentang saya, seolah-olah saya ini penting?" ujar Cak Nun kepada Detik.com, Minggu (12/5/2019).

Emha Ainun Nadjib juga enggan menyinggung soal substansi pernyataan 'hina kalau saya ke Istana'. "Sama sekali saya tidak penting, berpengaruh, dan tidak berperan," imbuhnya.