Bukan Diracun, Ini 13 Penyakit di Balik Meninggalnya Petugas KPPS

Suasana rumah duka Ketua KPPS 020, Alek Robikson, di Kampung Praon, RT 007/RW 007, Nusukan, Banjarsari, Sabtu (27/4 - 2019). (Solopos/Ratih Kartika)
12 Mei 2019 18:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan telah mengidentifikasi 13 jenis penyakit penyebab meninggalnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di 15 provinsi.

Berdasarkan siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima di Jakarta, Minggu (12/5/2019), ke-13 penyakit tersebut adalah infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure (kegagalan pernapasan), hipertensi emergency, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multiorgan.

Selain disebabkan ke-13 jenis penyakit itu, ada pula kejadian meninggal petugas KPPS karena kecelakaan. Sebelumnya, pihak Kemenkes melakukan investigasi atas kasus tersebut.

Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan di 15 provinsi, kebanyakan petugas KPPS yang meninggal di rentang usia 50-59 tahun. Jumlah korban meninggal di DKI Jakarta 22 jiwa, Jawa Barat 131 jiwa, Jawa Tengah 44 jiwa, Jawa Timur 60 jiwa, Banten 16 jiwa, Bengkulu 7 jiwa, Kepulauan Riau 3 jiwa, Bali 2 jiwa, Kalimantan Selatan 8 jiwa, Kalimantan Tengah 3 jiwa, Kalimantan Timur 7 jiwa, Sulawesi Tenggara 6 jiwa, Kalimantan Selatan 66 jiwa, dan Sulawesi Utara 2 jiwa.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi mengatakan terkait dengan jadwal petugas KPPS tersebut perlu dilihat terlebih dahulu mengenai kepadatan tugas bersama KPU. “Nantinya kita akan bahas bersama KPU untuk perencanaan pemilu mendatang,” kata dia.

Ke depannya, kata dia, petugas pemilu yang hendak ditugaskan harus mempunyai kondisi kesehatan yang baik. Selain itu, lingkungan pekerjaan mereka harus sehat, tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok, ruangan yang cukup luas, ritme kerja teratur, jam kerja diatur dengan baik, serta porsi istirahat yang cukup.

Sumber : Antara