6 Orang Ditangkap di Kaliurang, Puasa-Puasa Masih Ada Klithih?

Ilustrasi. - Reuters/Dylan Martinez
12 Mei 2019 06:00 WIB Hafit Yudi Suprobo Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Menjelang Sabtu (11/5/2019) sekira pukul 03.00 WIB malam menjelang sahur telah diamankan sejumlah orang terduga pelaku klitih oleh jajaran petugas Polsek Pakem di Dusun Kaliurang Barat Rt 01/RW 17 Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

Kanit Reskrim Polsek Pakem, AKP Nasirudin, mengatakan jika korban dari aksi klithih itu bernama Cecep, 19, warga Dusun Kaliurang Timur, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman.

Kronologi kejadian sendiri semula pada Sabtu (11/5/2019) pukul 02.00 WIB malam korban sedang melaju dengan sepeda motornya di Jl. Kaliurang kilometer 21 Dusun Panggeran, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem seorang diri.

"Menjelang di TKP korban dipepet oleh pelaku [yang kemudian diketahui dengan inisial MDA dan AB] yang mengendarai sepeda motor Honda Vario wana hitam yang tidak diketahui nopolnya sambil mengacungkan senjata tajam jenis celurit," paparnya.

Selanjutnya, korban berhasil melarikan diri kearah perkampungan dan meminta tolong warga serta mengejar pelaku kearah utara sampai di Dusun Kaliurang Barat, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem.

Setelah pelaku tertangkap, selanjutnya menghubungi Polsek Pakem guna pengusutan lebih lanjut.

Adapun, jajaran petugas Polsek Pakem berhasil mengamankan enam orang atas nama IS, AFAT, JS, CH, FPS, dan MDA.

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi berupa tiga buah sepeda motor Honda Vario.

Adapun, dari keenam orang yang diamankan, satu orang yang diduga pembawa sajam berhasil melarikan diri kearah selatan.

Kendati demikian, sampai dengan saat ini korban belum membuat laporan atau aduan secara resmi ke Polsek Pakem.

Para terduga pelaku dan barang bukti juga masih diamankan ke Polsek Pakem guna pengusutan lebih lanjut.

Kapolsek Pakem Kompol Haryanta, mengatakan jika rombongan yang diamankan oleh polisi ada yang masih pelajar dan ada yang sudah menginjak 20 tahun.

"Untuk pelaku yang diduga membawa sajam baru kita lakukan upaya pencarian dan belum ketemu," tutupnya.

Sumber : Harian Jogja