Waketum Gerindra Tendang Demokrat, Sandiaga Uno Tak Setuju

Sandiaga Uno saat kampanye di Manokwari, Kamis (29/3/2019). (Istimewa - Tim media Prabowo/Sandi)
11 Mei 2019 21:14 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Arief Poyuono menendang Partai Demokrat dari Koalisi Indonesia Adil Makmur--koalisi pengusung capres-cawapres No 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menanggapi hal ini Sandiaga Uno tidak setuju dengan pernyataan Waketum Partai Gerindra tersebut. Sandiaga menyayangkan pernyataan Waketum Gerindra itu. "Ini bulan suci Ramadan harus memberi pernyataan yang sejuk. Kalimat seperti itu tidak senada dengan bulan Ramadan yang bulan silaturahim. Saya menyayangkan," ucap Sandiaga usai menghadiri buka puasa bersama di Depok, Jawa Barat, Jumat (10/5/2019) sebagaimana dikutip Suara.com.

Bahkan dalam waktu dekat ini Sandiaga akan melakukan komunikasi dengan elit Demokrat terkait isu tersebut untuk menunjukkan bahwa koalisi ini solid.

"Menurut saya koalisi masih solid," ujar Sandi.

Sebelumnya, Arief Poyuono menyarankan Partai Demokrat keluar dari koalisi partai pendukung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Ia juga meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta jajarannya untuk tidak bersikap seperti serangga undur-undur.

"Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur. Jangan elitenya dan ketum kayak serangga undur-undur, mau mundur dari koalisi saja pakai mencla-mencle segala. Monggo keluar saja deh," kata Arief, Jumat.

Arief juga menuding bahwa alih-alih membantu meningkatkan suara Prabowo - Sandiaga dalam pemilu 2019, Partai Demokrat justru membuat suara pasangan nomor urut 02 itu tergerus.

"Wong enggak ada pengaruhnya menghasilkan suara Prabowo - Sandiaga kok selama ini. Malah menurunkan suara," tegas Arief.