Teroris Bekasi akan Ledakkan Bom Mother of Satan Saat Demo di KPU

Anggota Densus 88 Antiteror memasuk rumah kontrakan yang dihuni EY alias Rafli saat penggeledahan di Kavling Barokah, Kelurahan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, Kamis (9/5 - 2019). (Antara/Ariesanto)
10 Mei 2019 16:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Eky alias EY, terduga teroris berusia 27 tahun yang dibekuk di Bekasi beberapa hari lalu, diyakini mempunyai memampuan memodifikasi jenis bom modern berbasis Wifi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Jumat (10/5/2019).

Selain merakit bom berbahan kimia, ternyata Eky juga sudah menyiapkan rangkaian switching yang sengaja dibuat apabila terjadi unjuk rasa secara besar-besaran pada 22 Mei 2019 di Gedung di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dedi menerangkan, tadinya Eky akan memanfaatkan jaringan atau sinyal ponsel sebagai pemantik bom untuk meledak. Namun, hal itu urung dilakukan Eky lantaran dirinya memperkirakan akan ada alat penghilang sinyal atau jammer pada saat unjuk rasa.

“Diprediksi sama dia ada jammer terhadap ponsel. Jammer bisa dilakukan beberapa pihak sehingga ponsel tak bisa beroperasi maksimal sebagai switching bom," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019).

Karenanya, kata Dedi, Eky memodifikasi bom dengan mengubah switching menjadi menggunakan Wifi dari yang sebelumnya menggunakan sinyal ponsel. Dengan Wifi tersebut, nantinya Eky meledakan bom dari jarak jauh.

"Dia memodifikasi menggunakan router, dia booster sudah menggunakan Wifi. Kalau Wifi sampai saat ini belum ada jammer yang bisa menghalangi. Apalagi ada booster jammer, bisa memperluas radius dari 200 meter, 500 meter, hingga 1 kilometer," tuturnya.

Namun, Dedi belum bisa memastikan apakah nantinya bom jarak jauh tersebut akan diledakkan secara bersamaan atau satu per satu. "[caranya] Dengan menaruh beberapa ransel, dia ledakkan dari jarak 1 kilometer dari ponsel. Entah satu-satu atau sekaligus. Ini masih dikejar kelompoknya, karena punya kemampuan yang sama.”

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror meringkus dua terduga teroris pemilik bom pipa yang ditemukan di gerai ponsel Wanky Cell di wilayah Bekasi Utara, Rabu (8/5/2019). Mereka adalah Eky alias EY, 27, yang merupakan pemilik gerai dan Kautsar alias YN, 18. Keduanya diringkus pada Rabu (8/5/2019) ditempat yang berbeda.

Karopenmas Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan dua bom pipa yang dirakit oleh pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi, Eky alias EY (27) memiliki daya ledak tinggi. Daya ledak bom tersebut hampir sama dengan yang meledak di Sibolga, Sumatra Utara beberapa waktu lalu.

Dedi menerangkan, bahan-bahan untuk membuat bom tersebut berasal dari bahan peledak mother of satan atau TATP. Dibutuhkan keahlian khusus untuk mengolah bahan tersebut menjadi sebuah bom.

"Ini lebih dikenal sebagai mother of satan yakni bom setan yang high explosive. Hanya orang-orang tertentu yang memiliki keahlian, yang bisa merakit bahan bom high explosive," jelasnya.

Sumber : Suara.com