Hasil Angket Kemdikbud: Kondisi Ekonomi Siswa Baik, Nilai UN Cenderung Tinggi

Ilustrasi UNBK. (Dok)
10 Mei 2019 01:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud mengumumkan hasil analisis angket yang diisi siswa SMA seusai UN. Siswa dengan kondisi sosial ekonomi yang baik cenderung nilai UN-nya tinggi.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno mengatakan kondisi ekonomi siswa memengaruhi hasil Ujian Nasional (UN) yang diraihnya. "Secara umum, terdapat hubungan yang kuat antara kondisi sosial ekonomi [siswa] dengan capaian UN. Kondisi sosial ekonomi yang baik cenderung memiliki capaian UN tinggi," ujar Totok di Jakarta, Rabu (8/5/2019), seperti dilansir Antara.

Hal tersebut didapat dari angket yang diisi siswa seusai UN. Angket diisi 512.500 siswa atau 25,94% dari peserta UNBK SMA/MA 2019. Di setiap sekolah maksimal 60 siswa mengisi angket. Jumlah sekolah yang menjadi responden adalah 8.549 SMA/MA.

Meski demikian, ada sebagian kelompok siswa dari keluarga kurang mampu, namun memiliki capaian UN bagus. "Terdapat 19% dari total responden angket UN yang berasal dari keluarga kurang mampu, namun memiliki prestasi baik atau daya juang tinggi," tambah dia.

Daya juang yang tinggi sangat dibutuhkan agar Indonesia menjadi bangsa besar. Ia memberi contoh Vietnam yang anggaran per siswanya sama dengan Indonesia, namun peringkat Programme for International Student Assessment (PISA)-nya lebih tinggi dibandingkan Jerman.

"Daya juang tinggi ini sangat berhubungan dengan prestasi seseorang pada masa depan. Anak-anak yang dalam kehidupan sehari-hari serba kekurangan, setelah kita cek, ternyata nilai mereka tinggi. Belajar dalam kondisi kekurangan ternyata bisa berprestasi baik. Ini luar biasa. Anak dengan resilience atau ketahanmalangan," ujar Totok.

Proses belajar tidak hanya membutuhkan kesabaran, tetapi juga daya juang yang tinggi. Siswa yang memiliki daya juang tinggi bisa membuktikan memiliki prestasi yang sama dengan siswa yang berasal dari keluarga serbaada.