Sudah 80 Juta Suara, Kubu Jokowi-Maruf Yakin Tak Terkejar

Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin berbincang usai pertemuan koalisi dengan pimpinan partai yang tergabung Koalisi Indonesia Kerja di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4 - 2019). (Antara/Aditya Pradana Putra)
08 Mei 2019 23:30 WIB Aziz Rahardyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf merayakan klaim kemenangan setelah resmi memperoleh batas psikologis 80 juta suara versi data C1 kombinasi real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan internal TKN.

Dari total daftar pemilih tetap (DPT) sebesar 192.828.520 suara, angka 80 juta merupakan batas psikologis klaim kemenangan dari perkiraan rata-rata pemilih mencapai 191 suara per 813.350 TPS dan total suara maksimum 155.400.504.

"Itu suara yang tidak bisa dikejar lagi. Kalau dalam satu pertandingan itu sisanya 15 juta [suara] pun dikasih ke sebelah [paslon 02], enggak bisa terkejar," ujar Bendahara TKN yang sekaligus koordinator tim penghitungan atau War Room TKN, Rabu (8/5/2019).

Dalam perayaan kecil-kecilan di War Room TKN, High End lantai 2, Menteng, Jakarta Pusat, turut hadir Ketua TKN Erick Thohir, Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf Ade Irfan Pulungan, Jubir TKN sekaligus koordinator Tim Media Sosial TKN Arya Sinulingga, serta Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy.

"Acara ini diselenggarakan, ini permintaan temen-teman War Room. Mereka bilang kapan pesta? Saya bilang ketika mencapai angka 80 juta [suara], kita pesta kecil-kecilan," ujar Lukman.

"Sebab, 80 juta adalah 50 persen plus satu. Ketika Jokowi-Amin mendapatkan 80 juta suara, pertandingan selesai, sisanya formalitas saja," tambah Lukman.

Lukman menjelaskan bahwa TKN Jokowi-Ma'ruf telah menyajikan fakta dan data, bukan klaim kemenangan sepihak seperti kubu Prabowo-Sandiaga yang tidak memiliki War Room.

Sebab itulah, TKN Jokowi-Ma'ruf berani menyatakan bahwa isu adanya kesalahan input sistem informasi penghitungan suara (Situng KPU) fidak sepenuhnya benar.

"Sebenarnya persoalan yang berhasil kita analisa hanya 30.000 persoalan [salah input], dan dari 30.000 persoalan itu, upload C1 yang belum ada di Situng-nya KPU, kami punya," ujar Lukman meyakinkan.

Sumber : Bisnis/JIBI