PDIP Klaim Menang Pemilu 2019, Puan Maharani Ketua DPR?

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (tengah) berfoto bersama sejumlah kader dan simpatisan PDI Perjuangan (PDIP) saat senam bersama memperingati HUT ke-46 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/1 - 2019). (Antara/Galih Pradipta)
08 Mei 2019 22:00 WIB Aziz Rahardyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTAPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengklaim akan memenangi kontestasi Pemilu Legislatif 2019 dan berhak atas kursi Ketua DPR periode 2019-2024. Klaim itu berdasarkan data quick count dan kombinasi real count KPU ditambah C1 internal PDIP.

Berdasarkan UU No 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), Hasto percaya diri PDIP berpotensi meraih kursi pimpinan DPR lewat potensi perolehan 133 kursi. Perolehan mereka disusul Golkar (82 kursi), Gerindra (80 kursi), PKB (59 kursi), dan NasDem (56 kursi).

"Dengan demikian, saya ucapkan terima kasih bahwa rakyat Indonesia telah memberikan kepercayaan kepada PDIP untuk menjadi kekuatan penuh dari Pemerintahan Pak Jokowi yang kedua," ungkap Hasto di Kantor DPP PDIP, Rabu (8/5/2019).

Tetapi, Hasto masih belum mau mengungkap sosok kader PDIP yang berpotensi menduduki jabatan tersebut apabila partai berlambang banteng ini benar-benar memenangi Pileg 2019.

"Soal kandidat tentu tidak elok kalau kita bahas sekarang. Tapi tentu PDIP akan mencalonkan yang terbaik, yang punya pengalaman panjang tidak hanya di partai, tapi juga di legislatif dan pengalaman lainnya," jelasnya.

"Mengingat posisi Ketua DPR itu sangat strategis dan harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, pemahaman terhadap legislasi yang sangat baik, dan bisa menjadi mitra sangat baik bagi kepemimpinan Pak Jokowi ke depan," tambahnya.

Hasto hanya tersirat mengungkap bahwa Puan Maharani--putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang kini menjabat Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan--berhasil mendapatkan perolehan fantastis lebih dari 420.000 suara di Dapil Jawa Tengah V.

Selain itu, Hasto menjelaskan PDIP selalu mendorong kesetaraan gender dan status sosial antar kadernya. Karena itu, dimungkinkan PDIP membuat 'sejarah baru' dengan menempatkan kader wanita pertama menjabat Ketua DPR.

Melihat potensi ini, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin berpendapat bahwa arah PDIP membranding Puan Maharani memang sudah terendus dengan manuver menempatkannya di lumbung suara PDIP.

"Arahnya ke Puan. Kemungkinan besar memang Puan lah yang dipersiapkan untuk menjadi Ketua DPR," ungkap Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini kepada Bisnis/JIBI.

Tetapi, Ujang yang juga pernah menjabat staf khusus Ketua DPR ini berpendapat Puan Maharani harus mampu terlebih dahulu membuktikan kapasitas dirinya dan menunjukkan kemampuannya melampaui legislator lain. Tentu saja selain prestasi dari hasil elektoral atau perolehan suaranya.

"Pengalaman menjadi sangat penting bagi seorang pimpinan DPR. Selain itu, juga harus mampu diterima oleh seluruh fraksi-fraksi di DPR," jelas Ujang.

"Lalu, juga harus pandai berbicara. Karena Ketua DPR adalah jubirnya DPR. Jadi harus memiliki kemampuan pidato atau bicara yang mumpuni," tambahnya.

Sumber : Bisnis/JIBI