PDIP Minta Kubu Prabowo Tiru Barcelona, Tak Salahkan Wasit & Hasut Penonton

Pemain Liverpool merayakan gol ke gawang Barcelona dalam pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions 2018-2019 di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (8/5 - 2019). (Reuters/Phil Noble)
08 Mei 2019 20:35 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kemenangan dramatis Liverpool atas Barcelona di leg 2 semifinal Liga Champions Eropa menjalar ke dunia politik Indonesia. Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto meminta agar kubu pendukung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno belajar Barcelona dalam menerima kekalahan.

Klub asal Catalonia harus menelan kekalahan dari Liverpool sebagai sebagai wakil Inggris dengan skor 0-4 di Anfield, Kamis (8/5/2019) dini hari WIB. Menurut Hasto, kekalahan Barcelona tersebut menyakitkan karena pada leg sebelumnya Barcelona sudah berhasil unggul agregat 3-0. Meski kalah, kata Hasto, Barcelona tetap menerima kekalahannya dan menjunjung tinggi sportifitas.

"Mari kita belajar dari dunia olahraga yang sangat sportif. Tadi malam kita lihat di Liga Champions antara Liverpool dan Barcelona. Bukan karena Liverpool berwarna merah kemudian kami memberikan apresiasi, tapi karena perjuangan Liverpool menang 4-0 tadi malam," ujar Hasto di DPP PDIP, Menteng, Rabu (8/5/2019), dilansir Suara.com.

Hasto mengatakan, meskipun kalah menyakitkan, Barcelona tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum dan tetap bersikap sportif. Karena itu, Hasto meminta agar kubu Prabowo – Sandiaga mengikuti sikap Barcelona, yaitu menerima kekalahan dalam Pilpres 2019 dan tidak melakukan hal yang inkonstitusional.

"Kita lihat Barcelona juga tidak menyalahkan wasitnya, tidak melakukan gerakan-gerakan menghasut penonton," jelas Hasto.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin ini juga menganggap Pemilu 2019 sudah berjalan baik sama seperti pertandingan Barcelona melawan Liverpool. Dia meminta semua pihak menghormati proses pemilu yang masih berjalan dengan mengedepankan praduga tak bersalah.

"Parstisipasi pemilu yang begitu besar dan survei-survei yang dilakukan pihak kredibel sudah menunjukkan, rakyat mengakui pemilu yang demokratis tersebut. Menerima apa pun hasilnya, karena itulah mari kita belajar dari dunia olahraga yang sangat sportif.”

Sumber : Suara.com