KA Bandara Adi Soemarmo Solo Siap Beroperasi Juli 2019

Bandara Adi Soemarmo. (adisumarmo/airport.com)
05 Mei 2019 15:40 WIB Rio Sandy Pradana Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan perkembangan pembangunan KA Bandara Adi Soemarmo sudah mencapai 79 persen dari target beroperasi pada Juli 2019.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan pembangunan KA Bandara dengan rute Bandara Adi Soemarmo - Stasiun Solo Balapan sejauh 13 km dibangun untuk meningkatkan integrasi antar moda serta mendukung sektor pariwisata yang ada di Jawa Tengah.

"Solo merupakan salah satu dari 4 Bali Baru yang dicanangkan oleh pemerintah. Kami ingin memastikan Bandara Adi Soemarmo memiliki kualifikasi teknis untuk penerbangan internasional, sehingga kita siapkan terminal dengan kapasitas besar dengan integrasi antar moda yang baik," kata Budi dalam siaran pers, Minggu (5/5/2019).

Dia mengaku telah meminta Dirjen Perkeretaapian untuk melakukan riset untuk mengembangkan jalur KA Bandara Adi Soemarmo ke daerah sekitar Solo seperti, Klaten, Ceper, Karanganyar, Sragen dan daerah lainnya. Diharapkan cakupan yang dilayani oleh Bandara Adi Soemarmo semakin luas.

Pihaknya berharap efektivitas KA Bandara Adi Soemarmo dapat optimal untuk menjaring banyak penumpang sehingga operasionalnya menjadi produktif. Perlu ada kajian untuk memutuskan rute KA Bandara Adi Soemarmo cukup sampai Stasiun Balapan atau disambungkan dengan jalur eksisting yang ada.

"Perlu dipikirkan juga serta sistem tarifnya bagaimana," ujarnya.

Sementara, Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri mengatakan jalur KA Bandara Adi Soemarmo ditargetkan selesai akhir Juni 2019 dan sudah bisa beroperasi pada Juli 2019.

"Ditargetkan KA Bandara Adi Soemarmo ini bisa beroperasi pada Juli 2019, untuk masalah lahan tinggal sedikit lagi yang akan diselesaikan dengan target tadi," ujar Zulfikri.

Selain meninjau KA Bandara Adi Soemarmo, Budi juga menjajal Kereta Uap Jaladara yang merupakan kereta dengan bahan bakar kayu. Menhub menjajal KA dari Stasiun Purwosari dan berhenti di Stasiun Solo Kota.

Pihaknya berharap KA yang dikenal dengan nama Sepur Kluthuk ini dapat dikembangkan sehingga menjadi daya tarik wisatawan di Solo. KA Uap Jaladara dinilai memiliki potensi sebagai objek wisata untuk menarik wisatawan. Selain bergaya klasik, kereta ini memiliki rute yang unik karena melewati pusat kota.

Sumber : Bisnis/JIBI