Hamil, Istri Pengebom Sri Lanka Nekat Meledakkan Diri Saat Digerebek

Ilustrasi ledakan bom. (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
27 April 2019 03:30 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, KOLOMBO – Salah satu istri pengebom gereja di Sri Lanka yang sedang hamil nekat meledakkan diri saat digerebek polisi. Ibu hamil itu adalah istri dari kakak-beradik, putra pengusaha kaya di Sri Lanka. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh wakil Menteri Pertahanan Sri Lanka, Ruwan Wijewardene.

Dikutip dari National Post, Jumat (26/4/2019), wanita bernama Fatima Ibrahim itu meledakkan diri dengan rompi bom. Aksi nekat itu merenggut nyawanya, tiga anak kecil, dan tiga anggota polisi. Wanita itu adalah istri dari salah satu pelaku bom Sri Lanka yang merupakan kakak beradik, Inshaf dan Ilham Ibrahim.

Kedua pelaku bom Sri Lanka itu merupakan anak saudagar kaya di Sri Lanka, Mohammed Yusuf Ibrahim. Dia adalah salah satu pedagang rempah-rempah kaya di pinggiran Kota Kolombo, Sri Lanka. Aksi bom bunuh diri di Minggu Paskah itu merenggut ratusan nyawa.

Menurut Ruwan Wijewardene, ada sembilan pelaku teror bom bunuh diri di Sri Lanka. Mereka berasal dari keluarga mampu dan cukup berpendidikan. “Di antara mereka ada yang kuliah di luar negeri. Ada yang kuliah di Inggris, lalu ke Australia,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi terhadap tiga gereja dan empat hotel itu. Jika informasi tersebut benar, maka serangan ini adalah yang paling mematikan yang dikaitkan dengan keterlibatan kelompok teroris ini.

Awalnya, tragedi berdarah di Minggu Paskah itu dikabarkan merenggut sekitar 359 nyawa. Namun, pejabat Sri Lanka merevisi jumlah korban tewas dalam pengeboman perayaan Paskah dengan mengurangi sebanyak 100, Kamis (25/4/2019) karena kesulitan yang dialami dalam mengidentifikasi bagian-bagian jasad di lokasi-lokasi pengeboman. Angka resmi yang baru adalah 253, turun dari 359 sebelumnya.