TKN Jokowi Duga Klaim Prabowo Menang 62% Karena Pilih-Pilih TPS

Prabowo Subianto usai melakukan Salat Jumat di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Jumat (19/4 - 2019). (Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi)
25 April 2019 22:40 WIB Aziz Rahardyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menduga bahwa klaim kemenangan kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diperoleh dengan cara memilih tempat pemungutan suara (TPS) atau tidak menggunakan perolehan data secara objektif.

Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy mengatakan hal ini semakin terlihat dari klaim kemenangan Prabowo-Sandi di Sulawesi Utara dengan suara 57 persen. Angka itu memang sangat berbeda dari data Sistem Penghitungan (Situng) KPU yang dirilis di laman pemilu2019.kpu.go.id.

Angka itu juga sangat jauh dari data resmi real count KPU yang kini telah masuk mencapai 41,2 persen atau 3.226 dari 7.826 TPS. Data KPU menunjukkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf dengan persentase 74,8 persen dibandingkan 25,1 persen. Sementara itu di laman pemilu2019.kpu.go.id hingga Kamis (25/4/2019) pukul 22.15 WIB menunjukkan Jokowi-Maruf meraih 499.010 suara di Sulawesi Utara, sedangkan Prabowo-Sandi hanya 167.405 suara.

Ternyata, kata Lukman, setelah dia melihat data yang diunggah salah satu relawan Prabowo-Sandiaga di media sosial, data tersebut hanya berasal dari suatu TPS yang mereka menangkan.

"Artinya, klaim kemenangan 57 persen di Sulawesi Utara dan 62 persen secara nasional ternyata hanya bohong. Tidak faktual di bawah dan hanya pilih-pilih TPS saja," kata Lukman di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf, Kamis (25/4/2019).

"Makanya sampai dengan sekarang mereka tidak berani untuk membuka war room mereka, tidak berani membuka metodologi mereka ditantang oleh lembaga-lembaga survei dan tidak berani untuk membuka data data mereka," tambahnya.

Menurut war room atau rumah perhitungan TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman mengklaim walaupun proses data masuk masih 38 persen, angka perolehan mereka sudah stabil di kisaran 75,68 persen. Hal itu, katanya, mirip prediksi lembaga quick count yang menyebut pihaknya akan unggul di kisaran 68 persen (Poltracking) hingga 76,1 persen (SMRC).

Sejauh ini, TKN Jokowi-Ma'ruf sudah mengulas hasil real count war room mereka dari Provinsi Lampung, DKI Jakarta, Bangka Belitung, Riau, Bali, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Dari provinsi yang mereka ulas tersebut, TKN mengakui kekalahan mereka di Riau, sisanya Jokowi-Ma'ruf berhasil unggul.

Sumber : Bisnis/JIBI