Djoko Santoso: Prabowo Menang 80%, Tapi Sebelum 17 April

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) bersama Cawapres Sandiaga Uno dan petinggi partai pendukung mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 kepada awak media di kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4 - 2019). (Antara/Indrianto Eko Suwarso)
24 April 2019 21:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim, perolehan suara capres dan cawapres nomor urut 02 sudah melampaui milik sang rival, Jokowi–Maruf Amin. Bahkan mereka mengklaim Prabowo-Sandi unggul hingga 80%.

Klaim tersebut berdasarkan hasil hitung cepat dan real count versi BPN Prabowo–Sandiaga. Ketua BPN Djoko Santoso meyakini kalau tak ada kecurangan, maka angka kemenangan Prabowo–Sandiaga berkisar antara 75% hingga 80%.

Hal itu disampaikan Djoko Santoso saat berpidato dalam acara Syukuran dan Munajat Kemenangan Prabowo–Sandiaga yang digelar oleh relawan di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019).

"Hasilnya Prabowo menang, tetapi sebelum tanggal 17 [hari pemungutan suara]. Setelah tanggal itu, mereka curang terus. Mereka curang secara masif, terencana, sistematik, dan brutal," kata Djoko.

"Namun demikian, masih tersisa suara 62 persen, dan itulah Prabowo–Sandiaga menyatakan kemenangan setelah dicurangi. Kalau enggak dicurangi bisa 75–80 persen," sambungnya.

Meskipun begitu, Djoko meminta kepada para relawan untuk tetap berjuang mengawal rekapitulasi perolehan suara pilpres meski mengklaim ada kecurangan. Apalagi, kata dia, berdasarkan rekapitulasi perolehan suara, Prabowo mengungguli Jokowi di sejumlah daerah.

"Jadi itu tidak mungkin Prabowo kalah. Jawa menang, Sumatra menang, Kalimantan Selatan, Timur. Itu omongan saja kalau kalah," klaimnya.

Sumber : Suara.com