Kalah di Sumatra Barat, Jokowi: Saya Masih Makan Nasi Padang

Joko Widodo dan Iriana Widodo menunjukkan jari bertinta setelah mencoblos di Jakarta, Rabu (17/4 - 2019). (Reuters/Edgar Su)
24 April 2019 19:35 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin memang unggul sementara dalam penghitungan nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun hasil quick count. Namun, Jokowi-Maruf kalah secara signifikan di beberapa provinsi, terutama di Sumatra Barat.

Data sementara real count Pilpres 2019 yang dirilis secara real time di laman pemilu2019.kpu.go.id pukul 19.15 WIB menunjukkan Jokowi-Maruf tertinggal jauh di Sumatra Barat. Jokowi-Maruf baru meraih 230.768 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga sudah meraup 1.492.749 suara.

Padahal selama era pemerintahan Jokowi-JK, pemerintah telah menggelontorkan berbagai proyek infrastruktur prioritas nasional di provinsi tersebut. Sebut saja proyek pembanguan jalan Solok Selatan-Tanah Datar sepanjang 37 km, proyek jalan trans Mentawai, jalan ke kawasan wisata Mandeh, hingga revitalisasi kampung adat Seribu Rumah Gadang di Solok Selatan.

Hal ini dipertanyakan oleh Najwa Shihab dalam sebuah wawancara di Istana yang ditayangkan Trans7 melalui program Mata Najwa. Jokowi mengklaim bahwa pembangunan yang dilakukan selama periodenya adalah untuk pemerataan, bukan kepentingan elektoral menuju pemilu.

"Pembangunan yang banyak dilakukan di luar Jawa ini kan sebenarnya untuk pemerataan. Jadi kami berpikir wilayah itu memang harus dibangun, bukan untuk Pilpres 2019," kata Jokowi dalam wawancara itu.

"Pembangunan bukan untuk mengejar kepentingan elektoral. Jadi kami berpikir wilayah itu memang harus dibangun, bukan untuk pilpres," lanjut Jokowi.

Jokowi pun menanggapi pesan di media sosial Twitter yang berisi ajakan boikot terhadap nasi Padang yang merupakan makanan khas asal Sumatra Barat. Menurutnya, masyarakat tak perlu baper menanggapi hasil pemilu. "Saya masih makan nasi Padang kok. Sudah jangan baper-baper lah," ujar Jokowi.