PDIP Klaim Borong 5 Kursi Dapil Jateng V, Puan Maharani Tertinggi

Menko PMK Puan Maharani (kanan) secara simbolis memberikan sertifikat Kartu Pas Kecil untuk nelayan di Cilacap, Jateng, Sabtu (9/2 - 2019). (Antara/Humas Kemenko PMK)
20 April 2019 05:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua DPP PDIP Puan Maharani diklaim PDIP mendapatkan suara tertinggi di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V dalam Pemilu 2019 berdasarkan hasil perhitungan internal. Selain itu, PDIP juga mengklaim memborong lima kursi DPR dari dapil yang meliputi Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Solo itu.

"Mbak Puan mendapatkan 48.882 suara," ujar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam jumpa pers metode real count oleh Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019), seperti dilansir Liputan6.com dari Merdeka.com.

Selain Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tersebut, empat calon anggota legislatif (caleg) PDIP lainnya juga lolos ke DPR. Berdasarkan data penghitungan PDIP, nama yang lolos adalah Aria Bima dengan 19.940 suara, Muchamad Nabil Haroen dengan 1.873 suara, Faozan Amar dengan 1.282 suara, dan Alfian Reziani dengan 1.085 suara.

Kepala BSPN PDIP Arif Wibowo menyebutkan data tersebut diambil berdasarkan salinan C1 yang diterima saksi partai. Di tingkat daerah, kata dia, PDIP memiliki kamar hitung yang memberikan data secara online.

Adapun metode hitungan untuk pileg menggunakan Sainte Lague dengan suara masuk 295.593. Arif mengklaim sistem data yang mereka miliki bisa dipertanggungjawabkan karena berbasis data yang otentik. Pihaknya siap diaudit dan dibandingkan dengan real count KPU.

"Dengan demikian kami TKN berani bertanggungjawab atas sistem metodologi yang kami gunakan untuk menghitung seluruh hasil penghitungan suara di setiap TPS baik pemilu presiden dan pemilu legislatif berbasis C1," ucap Arif.

Selain itu, PDIP mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal penghitungan suara riil atau real count Pemilu 2019 dengan dasar penghitungan yang sama yakni form C1 dari setiap tempat pemungutan suara (TPS).

"Pemilu 2019 sudah dilaksanakan pada 17 April lalu, hitung cepat sudah dilakukan oleh lembaga-lembaga survei kredibel, dan saat ini menunggu hitungan manual yang merupakan hitungan resmi dari KPU," kata Hasto Kristiyanto dalam forum yang sama seperti dilansir Antara.

Menurut Hasto, PDIP mempercayai hasil hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei kredidel dan ditayangkan di stasiun televisi. Menurutnya, quick count berdasarkan metodologi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Seperti pada pemilu sebelumnya, hasil hitung cepat dari lembaga survei tersebut memiliki akurasi tinggi, sehingga hasilnya relatif sama dengan hasil perhitungan manual yang dilakukan KPU," katanya.