PAN & Demokrat Terancam Terpental dari DPRD Boyolali

Wakil Ketua PDC PDIP Boyolali Seno Samodro (kanan) menyaksikan layar quick count partai tersebut di Gedung Panti Parhaen Boyolali, Kamis (18/4/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
20 April 2019 06:30 WIB Akhmad Ludiyanto Nasional Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Dominasi PDIP di DPRD Boyolali pasca-Pemilu 2019 tentu berimbas ke nasib partai-partai lain. Beberapa partai lama yang selalu memiliki wakil terancam akan hilang di DPRD Boyolali periode 2019-2024.

Hal ini tak lepas dari jumlah kursi PDIP di DPRD Boyolali yang diperkirakan bertambah menjadi 36, atau naik 11 kursi daripada perolehan Pemilu 2014 sebanyak 25 kursi. Dengan demikian, jatah untuk partai lain tinggal 9 kursi dari total kuota 45 di DPRD Boyolali.

Imbasnya, partai politik (parpol) yang sekarang sudah punya wakil di Dewan jumlahnya akan bertahan, ada yang berkurang, dan ada pula yang hilang sama sekali. Parpol yang mampu mempertahankan jumlah kursinya adalah PKS dengan 4 kursi seperti yang dimiliki saat ini.

Sedangkan parpol yang jumlah kursinya menyusut adalah Partai Golkar yang berkurang menjadi 3 kursi (menyusut dari 6 saat ini). Jatah Partai Gerindra juga berkurang 3 dari 4 kursi yang dimiliki saat ini, serta PKB berkurang 1 dari 2 kursi yang dimiliki saat ini.

Situasi yang lebih tidak menguntungkan dialami oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat. Jika saat ini PAN memiliki 3 kursi dan Demokrat 1 kursi, diperkirakan jatah kursi mereka akan hilang di periode 2019-2024.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, PDIP di Boyolali kian dominan pasca-Pemilu 2019. Kursi DPRD Boyolali bagi PDIP diperkirakan bertambah menjadi 36 atau naik 11 kursi dari perolehan Pemilu 2014 sebanyak 25 kursi.

Perkiraan tersebut berdasarkan perolehan suara versi penghitungan cepat (quick count) di masing-masing daerah pemilihan (dapil) oleh PDIP Boyolali yang dipusatkan di Gedung Panti Marhaen, Siswodipuran, Boyolali Kota. Pada hari kedua setelah pemilu atau Kamis (18/4/2019), penghitungan suara dari masing-masing TPS terus berlangsung.