Presiden PKS: Kalau Sandiaga Sakit Karena Quick Count, Itu Manusiawi

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman bersama Ketua Fraksi DPR PKS Jazuli Juwaini. - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
19 April 2019 21:15 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman meyakini Sandiaga Uno sakit bukan karena kalah versi hasil quick count. Namun menurut Sohibul, kalaupun cawapres nomor urut 02 itu sakit lantaran hasil quick count, hal tersebut biasa dan manusiawi.

Hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei menunjukkan hasil serupa, yakni capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf unggul dengan perolehan suara berkisar 52-54%. Sementara itu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengklaim menang berdasarkan hasil real count internal.

Sohibul meyakini bahwa Sandiaga Uno bukan sakit karena hasil quick count. Tapi menurutnya, jika hal itu benar, maka seorang manusia wajar jika sakit. "Saya kira hal itu tidak bisa langsung berhubungan dengan itu [quick count] dan kalaupun itu terjadi manusiawi kok, biasa saja," tuturnya, Jumat (19/4/2019).

Sohibul berpandangan jika ada seseorang yang memiliki harapan sangat besar menjadi wakil presiden namun ternyata hasilnya belum sesuai, maka muncul rasa sakit. Namun, dia menjelaskan sakitnya Sandiaga Uno belum tentu disebabkan karena hasil quick count.

"Seseorang kan ketika punya harapan, harapan tersebut tidak sesuai pasti ada dan itu menurut saya manusiawi," katanya. 

Sandiaga Uno tidak terlihat mendampingi Prabowo Subianto pada saat deklarasi klaim kemenangan di rumah Prabowo, Jl Kertanegara, No 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Prabowo mengklaim telah memenangkan Pilpres 2019 berdasarkan exit poll dengan angka 55,4% dan quick count internal dengan angka 52,2% pada Rabu (17/4/2019) sore. Pada malam harinya, Prabowo kembali mengklaim kemenangan dengan angka lebih tinggi, yaitu 62% suara.

Prabowo mengklaim angka itu berdasarkan hasil real count yang dilakukan secara internal di 320.000 TPS. Bahkan seusai mengklaim kemenangan, Prabowo dan sejumlah pendukungnya sujud syukur namun tanpa didampingi Sandi. Ketidakhadiran Sandi ini kemudian memunculkan rumor adanya keretakan di kubu paslon nomor urut 02 tersebut.

Sumber : Bisnis/JIBI