Mobil Caleg Sragen Meninggal di Wonogiri Ternyata Dijual untuk Biayai Ini

Sugimin, caleg petahana DPRD Sragen (Facebook Sugimin)
18 April 2019 15:05 WIB Rudi Hartono/Rohmah Ermawati Nasional Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Teka-teki seputar mobil calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen dari Partai Golkar, Sugimin, 52, yang meninggal dunia diduga kuat akibat pembunuhan di Wonogiri terjawab. Mobil milik pria itu dijual untuk membiayai pengobatan Sugimin di rumah sakit.

Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkapkan tersangka pembunuhan Sugimin, N, 41, wanita asal Wonogiri, tiga kali memberikan kapsul yang isinya diganti dengan  racun tikus kepada Sugimin.  Pada kesempatan pertama setelah minum kapsul itu Sugimin mengeluhkan badannya sakit lalu dirawat di rumah sakit di Wonogiri.

Setelah membaik, Sugimin kembali bersama N namun setelah beberapa waktu diberi kapsul berisi racun tikus lagi oleh N. Caleg Golkar dari Sragen itu kemudian merasakan sakit lagi lalu oleh N dibawa ke RS dr. Oen Solo Baru, Sukoharjo.

"Karena butuh biaya untuk pengobatan korban menjual mobilnya," ujar Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani mendampingi Wakapolres Wonogiri Kompol Aidil Fitri saat dijumpai wartawan di Mapolres Wonogiri, Kamis (18/4/2019), seperti dilaporkan wartawan Solopos, Rudi Hartono.

Polisi tak memberikan keterangan rinci terkait nilai jual mobil Izusu Panther touring milik korban. Sedangkan sisa penjualan mobil itu senilai sekitar Rp1 juta kini disita sebagai barang bukti pengungkapan kasus pembunuhan Sugimin.

Lebih lanjut, terkait uang Rp200 juta yang menurut pihak keluarga korban dibawa oleh Sugimin saat meninggalkan rumahnya di Masaran Sragen, pihak kepolisian belum bisa membuktikan kebenarannya.

Sebelumnya, Ketua RT tempat tinggal Sugimin di Dukuh Rejowinangun RT 019, Desa/Kecamatan Masaran, Sragen, Didik Novianto, yang berbicara atas permintaan adik Sugimin, Karjo, Selasa (16/4/2019), mengungkapkan Sugimin meninggalkan rumah pada Kamis (11/4/2019) pukul 01.00 WIB naik mobil Isuzu Panther warna cokelat berpelat nomor AD 9210 RE dan membawa tas berisi baju-baju serta uang Rp200 jutaan.

Keluarga tidak mengetahui tujuan Sugimin keluar saat itu. Didik mengatakan pada Kamis pagi keluarga sudah kehilangan komunikasi dengan Sugimin karena nomor ponselnya tidak bisa dihubungi. (baca pula: Uang Rp200 Juta Dibawa Caleg Golkar Sragen yang Meninggal di Wonogiri, Hilang)