Raih 0% Suara di Sejumlah TPS Boyolali, Di Mana Saksi Prabowo-Sandi?

Bupati Boyolali Seno Samodro mencoblos di TPS 11 Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota, Boyolali, Rabu (17/4/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
17 April 2019 21:41 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Nasional Share :

Solopos.com, SOLO - Boyolali menjadi salah satu lumbung suara pasangan capres-cawapres Jokowi-Maruf Amin. Berdasarkan hasil penghitungan di masing-masing tujuh TPS hingga Rabu (17/4/2019) pukul 17.00 WIB, Pasangan Jokowi-Maruf menang mutlak 100% di enam tempat pemungutan suara (TPS) di Boyolali.

Informasi yang diterima Solopos.com, Rabu sore, beredar screenshoot hasil rekap suara di TPS 02 Desa Jeruk, Kecamatan Selo dengan 270 suara untuk Jokowi dan 0 untuk Prabowo; TPS 03 Senden, Selo, Boyolali dengan 224 suara Jokowi dan 0 untuk Prabowo; TPS 09 Desa Selo, Kecamatan Selo Jokowi 184 dan Prabowo 0; dan TPS 02 Desa Klewor Kecamatan Kemusu dengan 118 untuk Jokowi dan 0 untuk Prabowo.

Relawan Capres 01 di Desa jeruk, Selo, Sunardi ketika dihubungi Solopos.com membenarkan TPS 2 di wilayah tersebut memperoleh 100% suara untuk Jokowi-Ma'aruf.  "Tadi saya sudah ngecek ke sana dan benar Jokowi-Ma'ruf menang 100 persen," ujarnya melalui telepon.

Demikian halnya di Desa Manggis, Mojosongo, Boyolali.  Tim pemenangan capres no urut 01 Desa Manggis, Mojosongo, Sutris, mengatakan di desa tersebut dari 22 TPS yang tersedia, Paslon 01 menang telak di 2 TPS yaitu TPS 11 dan TPS 12. "Di TPS 11 Jokowi mendapat suara 266 dan di TPS 12 mendapat 206," jelasnya.

Kemenangan 100% ini menimbulkan tanda tanya di kalangan netizen. Beberapa netizen di kolom komentar postingan Facebook Solopos.com bertanya apakah tidak ada saksi dari kubu Prabowo-Sandi di beberapa TPS tersebut.

Menanggapi hal ini. Humas PKS Boyolali, Ahmad Hasyim, memastikan saksi dari pihaknya ada di semua TPS. "Wah itu saya tidak tahu, namun kalau dari saksi PKS bisa dipastikan di semua TPS ada," ujar Hasyim ketika dihubungi Solopos.com, Rabu (17/4/2019) malam.

Sementara itu, Ketua TKN Prabowo-Sandi Boyolali, Singgih Usman Fuadi, memastikan bahwa beberapa saksi dari kubu 02 memang datang terlambat. Laporan yang diterimanya hingga Rabu malam terdapat dua TPS di mana saksi paslon 02 terlambat. Satu TPS berada di wilayah Kecamatan Wonosegoro dan TPS lainnya di Kecamatan Mojosongo. Di kedua TPS itu, Singgih membenarkan jika kubu 02 tidak mendapatkan satu pun suara, sementara kubu 01 menang 100%.

Terkait keterlambatan saksi itu, Singgih menyatakan kesalahan memang terletak pada pihak internal TKN. "Ya kalau sudah terlanjur terlambat mau bagaimana lagi, apalagi di kedua TPS itu memang didominasi pendukung 01," ujar dia. Namun Singgih menolak jika saksi yang terlambat menjadi bentuk menyerah sebelum bertanding. Hingga kini, Singgih masih optimistis kubu Prabowo bisa meraih 52% suara di tingkat nasional meski di Boyolali tak bisa mendominasi. (Nadia Lutfiana Mawarni)