Kalah Quick Count, Jubir Prabowo-Sandi Tuding Lembaga Survei Provokasi

Dahnil Anzar Simanjuntak (Antara / Reno Esnir)
17 April 2019 18:41 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak mau mengakui hasil quick count berbagai lembaga survei yang menunjukkan keunggulan Jokowi-Maruf Amin. Mereka mengklaim Prabowo-Sandi unggul 55,4% berdasarkan hasil exit poll di 5.000 TPS.

Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak mengklaim kemenangan kubunya. Bahkan, dia menuding lembaga-lembaga survei melakukan provokasi dengan hasil quick count yang menunjukkan keunggulan pasangan 01.

"Ini proses perhitungan suara masih berlangsung. Bahkan laporan yang masuk ke kita, berdasarkan exit poll kita, kita unggul 55,4%. Jangan sampai para relawan itu termakan informasi hoaks kemudian marah. Ini yang sedang ditunggu beberapa pihak. Kalau Anda marah, ada alasan untuk menganulir kemenangan kita," katanya kepada massa di depan rumah Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta, Rabu (17/4/2019) sore.

Dahnil meminta pendukungnya agar tidak termakan provokasi. Dia menyebut hasil hitung cepat lembaga survei.

"Hati-hati provokasi, termasuk provokasi lembaga survei. Jadi hati, lembaga-lembaga survei yang tiba-tiba, yang ujung-ujungnya memenangkan salah satu calon, tetap hati-hati," katanya.

Dahnil meminta para pendukungnya tetap tenang dan tidak melalukan tindakan anarkistis. Pasalnya, kata dia, pihaknya yakin Prabowo-Sandi yang memenangi Pilpres 2019.

"Harus tetap tenang, setenang kami di sini. Jangan melakukan tindakan anarkisme. Yang penting sekarang adalah memastikan proses perhitungan suara dikawal seketat mungkin. Ini pesan Pak Prabowo tadi. Jadi mohon seluruh teman-teman relawan di seluruh Indonesia tidak bersikap anarkis walaupun ada fakta-fakta ketidakaldilan," katanya.

Dahnil tidak membeberkan klaim temuan ketidakadilan yang dimaksud. "Tapi tetap berada di koridor hukum, tetap tenang senym, tenang kalau perlu menari. Hadapi dengan senyuman," katanya.

Berdasarkan hitung cepat sementara sejumlah lembaga survei seperti LSI, SMRC, Indo Barometer, Indikator Politik, Poltracking, hingga Litbang Kompas, menunjukkan keunggulan Jokowi-Maruf atas Prabowo-Sandiaga

Kolom 4 hours ago

Spekulasi