Caleg Golkar Sragen Sugimin Dibunuh di Wonogiri Pakai Racun Tikus

Petugas RSUD Wonogiri mengusung jenazah Sugimin, caleg Partai Golkar Sragen, ke mobil ambulans untuk dibawa ke RSUD dr. Moewardi Solo, Selasa (16/4/2019). (Solopos - Rudi Hartono)
17 April 2019 19:15 WIB Rudi Hartono Nasional Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen dari Partai Golkar, Sugimin, 52, meninggal dunia karena dibunuh menggunakan racun tikus yang dimasukkan dalam kapsul obat diare.

Hal itu berdasarkan pengakuan perempuan asal Wonogiri berinisial N, 41, yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap caleg asal Masaran, Sragen, itu.

Polisi menggelandang N pada Selasa (16/4/2019) dan memeriksanya hingga Rabu (17/4/2019) kemudian menggelar perkara tersebut dan menetapkan N sebagai tersangka.

Kepada polisi N mengaku membunuh warga Karangnongko RT 010/RW 003, Masaran, Sragen, itu dengan cara memberi obat diare berbentuk kapsul yang sebagian isinya diganti racun tikus. N nekat bertindak keji diduga karena sakit hati.

"Polisi awalnya memeriksa N karena ada bukti kuat atas keterlibatannya dalam kasus kematian korban. Saat diperiksa N mengaku sebelum dibawa ke IGD RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, Sugimin bersamanya," ujar Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani, mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, saat diwawancarai Solopos.com, Rabu.

Diduga saat itu, Sugimin yang sedang bersama N mengeluhkan diare. Kemudian N memberinya obat diare dalam bentuk kapsul yang sudah diberi racun tikus.

N dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana juncto Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Penyidik masih akan memeriksa N sebagai tersangka untuk mengetahui motifnya nekat membunuh Sugimin.

Saat ini polisi tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan orang lain dalam kasus tersebut. Orang ini diduga telah membantu N dalam melaksanakan aksinya dengan berusaha membuat agar kasus itu tampak seperti kasus kematian biasa.

Sebagaimana diinformasikan, Sugimin ditemukan dalam keadaan sakit di depan ruko SMPN 1 Wonogiri, Senin (15/4/2019) malam. Warga yang menemukan Sugimin kemudian membawanya ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri dan saat diperiksa dokter ternyata sudah meninggal dunia. Keluarga Sugimin yang curiga karena banyak kejanggalan meminta agar jasad Sugimin diautopsi.